“Yang perlu kita pelajari pada kasus penculikan anak Bilqis, di mana Bilqis ditransport dipindahkan dari Makassar sampai ke Jambi,” ujar Manang.
“Itu jarak yang cukup jauh dan membutuhkan sarana transportasi yang berpindah-pindah mulai dari pesawat dan dipindahkan menggunakan kendaraan mobil,” sambungnya.
Ia menilai Kasus Bilqis harus menjadi momentum evaluasi agar pihak bandara, maskapai, dan seluruh penyelenggara keamanan transportasi lebih waspada, terutama ketika mengizinkan penumpang anak memasuki area sterilisasi.***