Mediapriangan.com - Menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menetapkan status kewaspadaan tinggi.
Kebijakan ini diambil menyusul munculnya ancaman ganda berupa potensi siklon tropis di pesisir selatan serta risiko longsor di jalur utama transportasi darat akibat cuaca ekstrem.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menaruh perhatian serius pada kawasan pantai selatan yang diprediksi menjadi magnet wisatawan selama libur akhir tahun.
Baca Juga: APBD Kabupaten Tasikmalaya 82 Persen, Akademisi Soroti Dampak Nyata
Tiga destinasi favorit, yakni Pantai Karangtawulan, Pantai Pamayangsari, dan Pantai Sindangkerta, kini berada dalam pengawasan ketat pemerintah daerah.
“Koordinasi dengan Polairud dan BPBD sudah kami tingkatkan. Bahkan Wakil Bupati kami tugaskan khusus untuk memantau langsung situasi di Cipatujah,” ujar Cecep usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Ibu di halaman Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin (22/12/2025).
Cecep menegaskan, kewaspadaan ini bukan sekadar rutinitas Nataru, melainkan langkah antisipatif menghadapi siklon tropis yang berpotensi memicu gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di wilayah perairan selatan Tasikmalaya.
Baca Juga: PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Disorot, Serapan Hanya 47 Persen
“Saya minta masyarakat dan wisatawan tidak mengabaikan arahan petugas. Alam tidak bisa diprediksi, tapi mitigasi wajib dilakukan. Keselamatan harus jadi prioritas utama,” tegasnya.
Tak hanya di laut, ancaman juga mengintai wilayah daratan. Tanjakan Gentong di Kecamatan Kadipaten kembali menjadi sorotan sebagai titik paling rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
Jalur vital yang menghubungkan wilayah Priangan Timur ini memiliki kontur ekstrem dan kerap terdampak pergerakan tanah.
Baca Juga: Jelang Akhir 2025, Serapan APBD Kabupaten Tasikmalaya Baru 82 Persen, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Tasikmalaya bersama unsur lintas sektoral telah mendirikan sejumlah posko siaga bencana di titik-titik krusial. Posko ini difungsikan sebagai sentra respons cepat untuk mengantisipasi longsor, pohon tumbang, hingga gangguan fisik jalan lainnya.
“Fokus kami bukan hanya mengatur arus kendaraan, tapi memastikan personel siap bertindak cepat agar jalur tidak lumpuh total,” jelas Cecep.
Pemkab Tasikmalaya juga telah memetakan mitigasi secara menyeluruh, mulai dari patroli intensif Polairud di bibir pantai penempatan personel dan alat berat BPBD di jalur rawan longsor, hingga pendirian pos pengamanan strategis di pusat keramaian dan jalur wisata.