Mediapriangan.com - Forum Sosonoan Silaturahmi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Kota Tasikmalaya menggelar acara Reuni dan Silaturahmi Alumni Angkatan 2003 di Rumah Makan Sambel Hejo, Kota Tasikmalaya, Minggu (28/12/2025).
Kegiatan tersebut menjadi momen penuh haru sekaligus kebahagiaan setelah 22 tahun para alumni tak berjumpa.
Reuni itu menandai pertemuan kembali alumni MTsN Rarangjami Angkatan 2003 yang kini telah menapaki beragam profesi dan jalan hidup masingmasing. Suasana hangat dan akrab terasa sejak awal acara, dipenuhi canda, nostalgia, serta cerita masa sekolah.
Baca Juga: Ribuan Tamu Padati Graha Asia Plaza, Resepsi Putri Ade Sugianto Berubah Jadi Reuni Akbar
Ketua Panitia Reuni, Farid Zaelani, S.Kom, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut pertemuan itu sebagai anugerah karena seluruh peserta masih diberikan kesehatan lahir dan batin.
“Selama 22 tahun kita tidak berjumpa. Alhamdulillah hari ini di hari Minggu kita masih diberikan sehat wal’afiat, sehat jasmani dan rohani, sehingga bisa berkumpul kembali,” ujar Farid.
Farid berharap, kegiatan silaturahmi ini tidak hanya berhenti di Angkatan 2003, tetapi ke depan dapat diselenggarakan lebih besar dengan melibatkan seluruh angkatan alumni MTsN 2 Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, reuni Angkatan 2003 sendiri mengusung tema “Bertemu, Bersatu, dan Bercerita”, sebagai simbol kebersamaan dan penguat tali silaturahmi.
Farid berharap pertemuan ini menjadi wasilah atau jalan kebaikan agar seluruh alumni senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan.
Sementara itu, H. Agus, yang merupakan guru Bahasa Arab MTs Negeri 2 Kota Tasikmalaya pada masanya, turut hadir dan menyampaikan rasa syukur serta kebahagiaannya bisa berkumpul bersama para muridnya.
Baca Juga: Tasikmalaya Entrepreneur Awards 2025: Pemkab Apresiasi Wirausahawan, Dorong Perluasan Lapangan Kerja
“Alhamdulillah kita bisa berkumpul bersama ini atas kerja keras panitia reuni Angkatan 2003. Ini semua atas izin Allah, sehingga pertemuan kita menjadi pertemuan yang penuh rahmat,” ungkap H. Agus.
Dengan penuh kehangatan, H. Agus juga menegaskan, ikatan guru dan murid tetap terjaga meskipun waktu telah berlalu puluhan tahun.