TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya meningkatkan kualitas pendidikan dan infrastruktur, termasuk lembaga keagamaan. Hal itu ditandai dengan peresmian rehabilitasi MI Nurul Palah di Kecamatan Bungursari, Rabu 7 Januari 2026.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra menyampaikan bahwa meskipun Madrasah berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, keberadaannya tetap menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di daerah.
Oleh karena itu, Pemkot Tasikmalaya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendukung keberlangsungan Madrasah, termasuk MI Nurul Palah, sebagai lembaga yang mendidik anak-anak warga Kota Tasikmalaya.
"Walaupun madrasah itu lembaga pendidikan dibawah Kementerian Agama, namun mereka membina dan mendidik anak-anak warga Kota Tasikmalaya sehingga keberadaan madrasah di Kota Tasikmalaya tidak bisa lepas dari tangung jawab Pemerintah Kota Tasikmalaya termasuk kesejahteraan tenaga pendidiknya," ujar Diky Chandra.
Lanjut Diky Pemerintah Kota Tasik akan merumuskan konsep dukungan agar pendidikan di Madrasah dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran di MI Nurul Palah serta madrasah lainnya di Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Pupuk Bersubsidi Tasikmalaya, Berkas P21 dan Siap Disidangkan
Selain itu, Diky Candra juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dukungan terhadap program-program yang sebelumnya telah dijalankan, termasuk yang diinisiasi oleh Polres Tasikmalaya Kota dalam memajukan Madrasah.
"Dengan adanya rehabilitasi ini, saya berharap MI Nurul Palah dapat menjadi salah satu sekolah yang lebih baik dan dapat meningkatkan prestasi siswanya," ujar Diky.
Kepala Sekolah MI Nurul Palah, Solihin, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas selesainya rehabilitasi ruang kelas yang dilakukan pada tahun 2025.
Dikatakan Solihin, terdapat lima ruang kelas MI Nurul Palah yang direhabilitasi setelah pengajuan pada Oktober tahun lalu, sebagai bagian dari peningkatan sarana Madrasah.
Menurut Solihin, rehabilitasi tersebut menjadi dorongan positif bagi peserta didik dan tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.