"Ujung-ujungnya diare, dan larinya ke dokter juga," ungkap akun @nasharsya.
Secara ilmiah, sinkhole merupakan fenomena geologi yang terbentuk akibat proses alam dalam waktu panjang.
Berdasarkan laporan National Geographic, sinkhole biasanya terjadi ketika air hujan asam mengikis batuan dasar di bawah permukaan tanah, terutama di wilayah karst yang mengandung batuan kapur, dolomit, garam, atau gipsum.
Baca Juga: Keluhan Mata Sepet, Perih, dan Lelah Saat Kerja di Depan Layar Komputer Perlu Diwaspadai
"Ketika air tanah meresap ke dalam retakan dan mengendap di bawah permukaan, air tersebut mengikis batuan tersebut, menyebabkan pembentukan gua bawah tanah dan lubang-lubang lainnya," tulis National Geographic yang dikutip Senin 12 Januari 2026.
Proses pembentukan sinkhole di Sumatera Barat berlangsung perlahan dan sering kali tidak terlihat dari permukaan.
Lapisan tanah bagian atas dapat runtuh secara tiba-tiba ketika ruang kosong di bawahnya tidak lagi mampu menopang beban di atas.
Faktor alam seperti hujan lebat, kekeringan berkepanjangan, hingga aktivitas manusia seperti pengambilan air tanah berlebihan dan pembangunan konstruksi dapat mempercepat kemunculan sinkhole. Kondisi ini membuat lokasi sinkhole di Nagari Situjuah dinilai berbahaya jika terus didatangi tanpa pengamanan memadai.
Para ahli pun mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan memanfaatkan air dari sinkhole di Sumatera Barat dan tetap mengutamakan keselamatan serta kesehatan, sembari menunggu kajian ilmiah lebih lanjut dari pihak berwenang.***