Pengungsi Aceh Korban Banjir Sumatera Minta Sajadah untuk Ibunya, Kisah Bocah Ini Mengundang Haru

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 21 Desember 2025 | 16:57 WIB
Pengungsi Aceh korban banjir Sumatera menyentuh hati warganet usai seorang bocah meminta sajadah untuk ibunya saat bantuan dibagikan.  (Instagram/berkahyatimcom)
Pengungsi Aceh korban banjir Sumatera menyentuh hati warganet usai seorang bocah meminta sajadah untuk ibunya saat bantuan dibagikan. (Instagram/berkahyatimcom)



Mediapriangan.com - Kisah pengungsi Aceh kembali menyita perhatian publik di tengah dampak banjir Sumatera yang melanda sejumlah wilayah. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen haru ketika seorang anak laki-laki pengungsi Aceh meminta sajadah kepada relawan, bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk sang ibu.

Di tengah situasi banjir Sumatera yang memaksa ribuan warga mengungsi, kebutuhan perlengkapan ibadah menjadi perhatian tersendiri. Relawan kemanusiaan yang turun ke lokasi pengungsian pengungsi Aceh kerap menerima permintaan mukena, sarung, hingga Al-Quran, selain bantuan logistik harian.

Video yang diunggah akun media sosial memperlihatkan seorang bocah mengenakan kaos kuning mendatangi relawan saat pembagian bantuan banjir Sumatera. Dalam keterangan video disebutkan bahwa bocah tersebut hanya menginginkan sajadah untuk digunakan ibunya saat beribadah.

Baca Juga: Desa Sekumur Aceh Tamiang Terisolasi Pascabanjir, Akses Putus dan Warga Masih Bertahan di Tenda Darurat

“Bukan uang atau mainan, yang adek ini minta cuma sajadah buat salat sama ibunya,” tulis keterangan dalam video yang beredar.

Dalam rekaman tersebut, bocah pengungsi Aceh itu menjelaskan alasan permintaannya. Ia menyebut sajadah milik keluarganya sudah hanyut terbawa banjir Sumatera yang merusak rumah mereka.

“Minta sajadah, buat mama buat salat. Di rumah sajadahnya nggak ada, udah hanyut,” ucapnya.

Dampak banjir Sumatera juga membuat anak tersebut kehilangan akses pendidikan. Ia mengaku sekolahnya tidak lagi bisa digunakan akibat kerusakan parah yang ditimbulkan banjir.

Baca Juga: Desa Sekumur Aceh Tamiang Terisolasi Pascabanjir, Akses Putus dan Warga Masih Bertahan di Tenda Darurat

“Udah nggak sekolah, karena sekolahnya hancur. Seragamnya (masih) ada,” lanjutnya.

Relawan kemudian memberikan sajadah berwarna biru kepada bocah pengungsi Aceh tersebut. Setelah menerima bantuan, ia menyampaikan ucapan terima kasih dengan nada lirih yang membuat suasana semakin mengharukan.

“Makasih ya bu, ya,” tuturnya.

Momen sederhana itu memicu reaksi emosional dari warganet. Banyak yang menilai permintaan sajadah di tengah banjir Sumatera menunjukkan keteguhan nilai keagamaan pengungsi Aceh meski berada dalam kondisi sulit.

Baca Juga: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya Magnet, Ini Daftar 14 Pemain Asing Siap Panaskan Proliga 2026

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X