Dalam dialog bersama pelaku kreatif, Raffi Ahmad menegaskan bahwa UKP Mendengar bukan sekadar agenda kunjungan.
"Negara perlu hadir untuk memastikan adanya ruang produksi, jalur pengembangan talenta, akses pasar, serta apresiasi yang berkelanjutan bagi pekerja seni dan pelaku kreatif," katanya.
Sementara itu, Exco ICCN Dimas Herdy Utomo menekankan pentingnya penguatan kelembagaan di daerah sebagai fondasi Ekosistem Kreatif yang berkelanjutan.
"Tantangan utama di daerah bukan pada kurangnya kreativitas, melainkan pada sinkronisasi kebijakan, akses pembiayaan, dan kesinambungan program agar tidak bergantung pada figur atau momentum tertentu," jelasnya.
Wakil Direktur Strategi Jenama ICCN Romi Angger Hidayat menambahkan bahwa pengalaman Cilacap sebagai Kabupaten Kreatif subsektor FAV dapat menjadi rujukan kolaborasi lintas wilayah dalam Ekosistem Kreatif.
"Banyumas dan Cilacap memiliki potensi kolaborasi strategis, terutama dalam pertukaran praktik baik antar komunitas dan penguatan jejaring ICCN di tingkat regional," ungkapnya.***