Dalam dialog bersama pelaku kreatif, Raffi Ahmad menegaskan bahwa UKP Mendengar bukan sekadar agenda kunjungan.
"Negara perlu hadir untuk memastikan adanya ruang produksi, jalur pengembangan talenta, akses pasar, serta apresiasi yang berkelanjutan bagi pekerja seni dan pelaku kreatif," katanya.
Sementara itu, Exco ICCN Dimas Herdy Utomo menekankan pentingnya penguatan kelembagaan di daerah sebagai fondasi Ekosistem Kreatif yang berkelanjutan.
"Tantangan utama di daerah bukan pada kurangnya kreativitas, melainkan pada sinkronisasi kebijakan, akses pembiayaan, dan kesinambungan program agar tidak bergantung pada figur atau momentum tertentu," jelasnya.
Wakil Direktur Strategi Jenama ICCN Romi Angger Hidayat menambahkan bahwa pengalaman Cilacap sebagai Kabupaten Kreatif subsektor FAV dapat menjadi rujukan kolaborasi lintas wilayah dalam Ekosistem Kreatif.
"Banyumas dan Cilacap memiliki potensi kolaborasi strategis, terutama dalam pertukaran praktik baik antar komunitas dan penguatan jejaring ICCN di tingkat regional," ungkapnya.***
Artikel Terkait
Viral Pedagang Es Kelapa di Gowa Sulsel Daftarkan 24 Kerabat Haji, Total Setoran Capai Rp600 Juta
Korban Dugaan Penipuan Trading Kripto Ungkap Cara Gabung Akademi Timothy Ronald, Rugi hingga Rp50 Juta
Nunun Nuraeni Pimpin Fatayat NU Kota Tasikmalaya Masa Khidmat 2026-2029, Tekankan Sinergi dan Peran Perempuan
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Leang-leang Maros, Basarnas Makassar Turunkan Tim Pencarian
Theo Derick Ungkap Sandwich Generation Muncul karena Mindset Investasi, Bukan Sekadar Beban Ekonomi
Viral Instagram, Guru Matematika SMK Serang Tetap Mengajar di Tengah Banjir SMKN 2 Kota Serang