“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah," ungkap Nur Ali sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Agama.
"Dari situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” tuturnya.
Niat tersebut kini terwujud. Dengan perjuangan panjang, Nur Ali bersama suaminya membeli lahan seluas 7500 meter tanah yang kemudian dihibahkan kepada negara melalui Kementerian Agama.
Baca Juga: KPK Ungkap OTT Bupati Pati, Uang Rp2,6 Miliar Jadi Bukti Dugaan Jual Beli Jabatan Desa
Ia menegaskan, lahan itu sejak awal memang diperuntukkan bagi sekolah, bukan kepentingan keluarga.
“Saya ingin madrasah ini betul-betul menjadi milik umat dan negara. Kalau dikelola Kementerian Agama, insya Allah bisa bertahan dan terus melayani pendidikan anak-anak,” ujar Nur Ali.
Sebagai Guru Tapsel, Nur Ali berharap keberadaan sekolah tersebut mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak baik, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Dengan pendidikan, anak-anak bangsa akan menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Sesuai semboyan kita, ikhlas beramal,” tandas Nur Ali.***