Sementara itu, Ketua KSB Kecamatan Sodonghilir, Jajang Awaludin, mengatakan, keberadaan KSB merupakan bentuk kesiapan warga menghadapi risiko bencana yang kerap mengancam wilayah perbukitan dan aliran sungai di Sodonghilir.
“KSB ini beranggotakan perwakilan dari 12 desa. Tugas kami mengoordinasikan relawan kebencanaan serta membantu pemerintah sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” jelas Jajang.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya.
Ia menyebut KSB sebagai mitra strategis Tagana dalam mempercepat respons kebencanaan di tingkat kecamatan.
“Wilayah Kabupaten Tasikmalaya sangat luas, sementara personel Tagana terbatas. Kehadiran KSB menjadi tim reaksi cepat karena mereka berada langsung di lokasi rawan bencana,” ungkap Jembar.
Menurutnya, Tagana Kabupaten akan terus menjalin komunikasi dan memberikan pelatihan kebencanaan agar KSB semakin tangguh dan siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan.
Dengan pengukuhan ini, KSB Kecamatan Sodonghilir diharapkan menjadi simbol kesiapsiagaan warga, relawan yang siap bergerak cepat, saling menjaga, dan berdiri di garda terdepan saat bencana datang.***