Dialog di Singaparna, Pemuda Desak Solusi Konkret Lapangan Kerja dan Akses Kerja Luar Negeri

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Kamis, 22 Januari 2026 | 07:05 WIB
Sorotan Dialog Wakil Rakyat di Singaparna, lapangan kerja terbatas dan ruang kreativitas minim jadi perhatian utama masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/1/2026). (Dok. DFK)
Sorotan Dialog Wakil Rakyat di Singaparna, lapangan kerja terbatas dan ruang kreativitas minim jadi perhatian utama masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/1/2026). (Dok. DFK)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Persoalan sulitnya lapangan kerja dan minimnya ruang kreativitas menjadi sorotan utama dalam Dialog Wakil Rakyat yang digelar di Bale Aspirasi Desa Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/1/2026).

Forum dialog yang menghadirkan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Arip Rachman, SE, MM, itu diikuti sedikitnya 100 pemuda dari berbagai elemen masyarakat desa.

Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan pemuda secara terbuka menyampaikan keresahan mereka terhadap kondisi dunia kerja saat ini. Salah satunya disampaikan Muhamad Rudi, yang menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi generasi muda.

Baca Juga: Arip Rachman Temukan Irigasi Tak Optimal dan Minim PJU di Sukarame Tasikmalaya

Selain peluang kerja di dalam negeri, para pemuda juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terkait fasilitasi kerja ke luar negeri yang aman, legal, dan memiliki kepastian kerja yang jelas.

“Kami berharap ada dukungan nyata, termasuk pendampingan dan jaminan keamanan bagi pemuda yang ingin bekerja ke luar negeri,” ungkap salah seorang peserta dialog.

Menanggapi hal tersebut, Arip Rachman menyampaikan bahwa dunia kerja di Indonesia saat ini memang tengah mengalami perubahan besar akibat kemajuan teknologi dan dinamika kebutuhan industri.

Baca Juga: Pengawasan DPRD Jabar, Arip Rachman Dorong Perbaikan Infrastruktur Demi Warga Sukarame

“Bidang teknologi digital, ekonomi kreatif, hingga manufaktur terus berkembang dan membutuhkan talenta muda yang inovatif. Anak muda harus menjadi agen perubahan dengan keterampilan relevan, seperti berpikir kritis, adaptif, dan memiliki kemauan belajar yang tinggi,” jelas Arip.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat persoalan serius, seperti kesenjangan antara standar pendidikan dan kebutuhan industri, minimnya pengalaman kerja lulusan baru, hingga dominasi pekerjaan informal yang menyebabkan persaingan kerja semakin ketat.

Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya hadir dengan kebijakan yang komprehensif, mulai dari program magang terstruktur, pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan industri, hingga kebijakan ketenagakerjaan yang melindungi generasi muda.

Baca Juga: Viral di Medsos, Guru PAUD Bongkar Gaji Sebulan Rp100-500 Ribu, Meski Mengajar Belasan Tahun

Arip memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan pemuda Desa Singaparna akan dibawa dan diperjuangkan dalam rapatrapat komisi DPRD Provinsi Jawa Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X