"Tim SAR terus bekerja di lapangan untuk mencari korban yang belum ditemukan," kata Asep di lokasi kejadian, Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. "Mudah-mudahan seluruh korban bisa segera dievakuasi," tambahnya.
Terkait penyebab Longsor Cisarua Bandung Barat, Herman mengungkapkan adanya dugaan alih fungsi lahan yang memengaruhi stabilitas kawasan.
Berdasarkan pengamatan awal, kawasan yang sebelumnya ditumbuhi tanaman keras kini berubah menjadi lahan pertanian palawija.
"Kawasan ini dulunya lahan dengan tanaman keras, tapi sekarang sebagian besar menjadi kebun palawija," tuturnya.
Baca Juga: Cegah Peredaran Ulang, Kejari Tasikmalaya Musnahkan Sabu, Psikotropika, dan Senjata Tajam
Ia menjelaskan, saat hujan deras disertai aliran air, kondisi tersebut diduga memicu terbentuknya bendungan alami yang kemudian jebol dan menyebabkan bencana longsor disertai banjir bandang.
"Saat hujan deras turun, ditambah adanya aliran air, meskipun kecil, kemungkinan terjadi bendung alam dari batu dan kayu yang kemudian jebol," jelas Herman.
Meski demikian, Herman menegaskan bahwa penyebab pasti Longsor Cisarua Bandung Barat masih akan dikaji lebih lanjut oleh tim ahli.
Baca Juga: Umtas Tasikmalaya Targetkan 20 Prodi dan 5.000 Mahasiswa di Tahun 2027
"Ini dugaan sementara berdasarkan kondisi lapangan. Tentu nanti akan ada pendalaman lebih lanjut oleh tim ahli," tambahnya.
Untuk penanganan warga terdampak bencana longsor, pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi penampungan sementara di wilayah Desa Pasirlangu. Warga yang tinggal di sekitar titik rawan juga dievakuasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan.
"Warga yang mengungsi akan dialihkan ke tempat penampungan sementara," terang Asep.
"Saya bersama Camat Cisarua sudah mengecek langsung kesiapan lokasi tersebut," sambungnya.***