TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Tasikmalaya menargetkan delapan kursi di pemilihan Legislatif tahun 2029.
Target tersebut sangat masuk akal karena PDIP Kota Tasikmalaya pernah mendapatkan tujuh kursi DPRD Kota Tasikmalaya tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) DPC PDIP Kota Tasikmalaya Myftah Farid, S.IP. saat memantau pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Kecamatan Bungursari yang digelar di Kantor DPC PDIP jalan Letnan Harun Kota Tasikmalaya, Mingu 25 Januari 2026.
Myftah Farid mengatakan, target PDI Perjuangan tersebut sangat masuk akal karena PDIP Kota Tasikmalaya pernah meraih tujuh kursi di DPRD, Artinya kata dia, dari empat kursi PDI Perjuangan di DPRD saat ini, PDIP menargetkan penambahan seratus persen kursi atau sebanyak delapan kursi.
"Ini tidak mustahil karena kita pernah memiliki 7 kursi dan kedepan kita harus melampaui sejarah yang ada tersebut," katanya.
Pelaksanaan Musancab sendiri ujar Farid, merupakan tahapan pergantian kepengurusan atau restrukturisasi di tubuh PAC sudah melalui beberapa tahapan mulai dari tahapan tes tulis, psikotes dan wawancara.
Baca Juga: Evaluasi OHAN Hafidz Tahap Pertama, Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Program Tasik Religius
"Hasilnya untuk masing-masing PAC sudah ditetapkan siapa Ketua PAC dan dua orang personalia yang terdiri dari sekretaris dan bendahara, " terang Farid.
Musancab sendiri kata dia, diisi dengan sidang-sidang rekomendasi untuk kepengurusan kedepan di PAC masing-masing, sidang laporan pertanggungjawaban kepengurusan PAC, dan tanggapan ranting-ranting terhadap kinerja PAC 2019-2026.
"Harapan kami dari DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, atas pelaksanaan musancab ini, bisa melahirkan kepengurusan yang demisioner, memiliki konsep yang jelas dan hasil seleksi bisa dituangkan untuk dijadikan pondasi guna pelaksanaan program kerja di kecamatannya masing-masing, " ujar Farid.
Baca Juga: Langkah DPRD Kota Tasikmalaya Respons Aduan Lingkungan, Proyek Lapang Padel Terancam Disegel
Kepengurusan PAC juga lanjut Farid, harus diwakili 30 persen kuota perempuan, 20 persen dari generasi Z dan sisanya kepengurusan lainnya.