TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Ribuan guru madrasah yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) bersama guru swasta di Kota Tasikmalaya menggelar aksi turun ke jalan dengan mendatangi Balekota Tasikmalaya, Senin, 25 Januari 2026.
Massa aksi bergerak menggunakan ratusan kendaraan roda dua yang dipimpin satu unit kendaraan komando. Mereka tiba di Balekota Tasikmalaya sekitar pukul 14.00 WIB, lalu langsung berkumpul di Jalan Letnan Harun, tepat di depan pintu masuk utama.
Aksi ribuan guru madrasah dan sekolah swasta tersebut mendapat pengawalan dari petugas kepolisian Polres Tasikmalaya Kota. Berkat pengamanan yang dilakukan aparat, kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan lancar.
Baca Juga: Viral di Medsos, Guru PAUD Bongkar Gaji Sebulan Rp100-500 Ribu, Meski Mengajar Belasan Tahun
Setibanya dilokasi, sejumlah perwakilan massa aksi melakukan orasi yang isinya menyampaikan aspirasi atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang belum berpihak kepada madrasah dan sekolah swasta di Kota Tasikmalaya.
"Hari ini kami datang kesini bukan untuk makar dan bukan untuk memberi perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. Tapi kami datang kesini meminta Pemkot Tasik memfasilitasi kami dengan pemerintah pusat agar suara kami didengar, " ujar orator pada aksi tersebut.
"Mari kita satukan suara, sampaikan pesan kita bahwasanya guru madrasah ada untuk kepentingan bangsa. Sayangnya hari ini atas kebijakan pemerintah kita dikalahkan dengan program yang baru seumur jagung," Katanya.
Baca Juga: Guru honorer Muaro Jambi terseret kasus razia rambut, curhat ke DPR soal nasib keluarga
Madrasah hadir, bukan hanya untuk diri kita pribadi tapi untuk negara dan bangsa karena tidak akan ada orang orang yang hebat, orang orang yang mampu berkuasa.
"Sekali lagi kami datang kesini bukan untuk memgemis, kami juga datang bukan untuk dikasihani, tapi ingin diperhatikan dimana setelah puluhan tahun mengabdi tapi hingga hari ini masih terabaikan. Tolong kepada pemimpin republik ini, hari ini apa yang kami lakukan jangan dianggap bentuk kebencian kepada negara, tapi yang kami inginkan adalah perhatian, " ujar Orator.
Jangan sampai yang kami lakukan hari ini sebuah bentuk ancaman dan sebagai propokasi, tapi yang kami lakukan sebuah bentuk protes karena nasib kami sudah puluhan tahun diabaikan.
Baca Juga: Viral di Medsos, Guru Honorer Bandingkan Kesenjangan Gaji dengan Sopir MBG hingga Menangis
"Kami juga datang kesini dengan membawa adat, datang dengan air mata, sayangnya Wali Kota Tasikmalaya dan Ketua DPRD tidak hadir, "ujarnya.