daerah

Dedi Mulyadi Ingatkan Fungsi Gunung Usai Longsor Cisarua, MUI Jabar Diminta Bangun Kesadaran Lingkungan

Selasa, 27 Januari 2026 | 21:20 WIB
Dedi Mulyadi menyoroti fungsi gunung pasca longsor Cisarua serta mengajak MUI Jabar memperkuat kesadaran lingkungan masyarakat, Selasa, 27 Januari 2026. (Dok. Humas Jabar)

 

KOTA BANDUNG, Mediapriangan.com - Tragedi longsor Cisarua yang menelan puluhan korban jiwa menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga fungsi gunung sebagai penyangga kehidupan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kerusakan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari bencana alam yang terus berulang.

Hingga hari keempat pencarian korban longsor Cisarua di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 27 Januari 2026, sebanyak 27 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi. Sementara itu, 33 korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menyampaikan bahwa pada hari keempat operasi pencarian ditemukan delapan kantong jenazah. Seluruhnya telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification Polda Jawa Barat. Dengan demikian, sejak longsor Cisarua terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, total 47 kantong jenazah telah diterima tim DVI.

Baca Juga: Irigasi Longsor dan Madrasah Rusak, Arip Rachman Serap Aspirasi Warga Jayamukti Leuwisari

Di tengah duka akibat longsor Cisarua, Dedi Mulyadi menekankan bahwa bencana tersebut tidak bisa dilepaskan dari hilangnya fungsi gunung sebagai penjaga keseimbangan alam. Menurutnya, gunung seharusnya tetap menjadi pananggeuhan atau tempat bersandar kehidupan manusia dan lingkungan.

Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat masa khidmat 2025–2030 yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Miraj di Gedung Negara Pakuan, Selasa, 27 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti menurunnya kesadaran ekologis masyarakat terhadap fungsi gunung.

“Saya sampaikan bahwa saat ini gunung tidak lagi menjadi pananggeuhan karena hilangnya spiritualitas pada gunung dan pada alam, manusia berani merusak bahkan sampai pada tutupan hutan,” tegas Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Longsor Cisarua Bandung Barat, 9 Orang Meninggal, Puluhan Rumah Tertimbun, Dugaan Alih Fungsi Lahan Menguat

Menurut Dedi Mulyadi, menjaga fungsi gunung tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Ia menilai MUI Jawa Barat memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran moral dan spiritual agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi Mulyadi, juga akan melakukan pembenahan tata ruang yang berorientasi pada kelestarian alam. Upaya ini dinilai penting agar fungsi gunung dapat kembali optimal sebagai benteng alami pencegah bencana, termasuk longsor Cisarua yang baru saja terjadi.

Sementara itu, Ketua MUI Jawa Barat masa khidmat 2025–2030, Aang Abdullah Zein, mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota MUI untuk menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban longsor Cisarua. Ajakan tersebut diwujudkan melalui penggalangan donasi yang langsung dimulai olehnya dengan menyumbang Rp5 juta.

Baca Juga: Longsor Susulan Terjang Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, Dua Rumah Terancam, Kerugian Capai Rp50 Juta

Tim SAR gabungan dijadwalkan akan terus melakukan pencarian korban longsor Cisarua selama 14 hari sejak kejadian. Untuk menjaga kondisi personel di lapangan, tim kesehatan dari pemerintah daerah, kementerian, dan relawan telah menyalurkan vaksin, vitamin, serta obat-obatan.

Halaman:

Tags

Terkini