TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Antusiasme masyarakat untuk berbagi dan menolong sesama kembali terlihat dalam kegiatan donor darah yang digelar di Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut disambut hangat, khususnya oleh jajaran internal rumah sakit yang mendominasi jumlah pendonor.
Dari total 108 orang calon pendonor yang mendaftarkan diri, sebanyak 22 orang terpaksa batal mendonorkan darahnya setelah melalui proses skrining kesehatan awal. Keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan pendonor sekaligus penerima darah.
Baca Juga: Ayo Donor Darah di RSUD KHZ Musthafa, Setetes Darahmu Jadi Harapan Hidup Sesama
Kepala BDRS RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, dr Nuria Nirmala, menjelaskan, pembatalan bukanlah bentuk penolakan, melainkan bagian dari prosedur medis yang harus dipatuhi.
“Tercatat ada 108 calon pendonor, namun setelah pemeriksaan kesehatan awal, 22 orang tidak memenuhi kriteria sehingga belum bisa mendonorkan darahnya. Ini semata-mata demi keamanan pendonor dan kualitas darah yang akan diberikan kepada pasien,” ujar dr Nuria.
Ia menambahkan, sejumlah faktor kesehatan menjadi alasan batalnya donor darah, di antaranya kadar hemoglobin yang tidak sesuai, tekanan darah, hingga kondisi fisik yang kurang fit pada saat pemeriksaan.
Baca Juga: Awal 2026 Krisis, Stok Darah RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Kosong Total
Menurutnya, donor darah harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar benar-benar memberi manfaat.
Dalam kegiatan yang melibatkan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tasikmalaya tersebut, dr Nuria menyebutkan bahwa internal RSUD KHZ Musthafa menjadi penyumbang darah terbanyak.
“Sebanyak 86 pendonor dari internal rumah sakit berhasil mendonorkan darahnya. Ini menunjukkan kepedulian dan solidaritas yang tinggi dari para tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit,” katanya.
Baca Juga: Darah Donor Gratis, Mengapa Pasien Tetap Bayar? Ini Penjelasan Resmi RSUD KHZ Musthafa
Lebih lanjut, dr Nuria menegaskan, donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat sederhana, namun memiliki dampak yang luar biasa besar bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.
“Setiap kantong darah yang terkumpul dapat menyelamatkan nyawa pasien. Donor darah bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang,” tuturnya.