Situasi memburuk keesokan paginya. Pada Kamis, 29 Januari 2026, aktivitas belajar terganggu ketika banyak siswa SMAN 2 Kudus silih berganti meminta izin ke kamar mandi.
"Sekitar pukul 07.30 WIB, anak-anak mulai banyak yang izin ke kamar mandi. Keadaan memburuk dengan banyak siswa yang antre di kamar mandi sekolah," terangnya.
"Ketika ditanya, gejala anak-anak sama, yaitu perut sakit, mules, pusing, mual," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah segera menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk meminta klarifikasi terkait menu MBG yang dikonsumsi.
"Pukul 07.30 WIB, pihak sekolah menghubungi SPPG Purwosari, selang 5 menit, tim SPPG langsung datang ke sekolah untuk klarifikasi menu MBG," jelasnya.
Jumlah siswa SMAN 2 Kudus yang mengeluhkan gejala Keracunan Massal terus bertambah. Sekolah sempat berinisiatif membawa siswa ke puskesmas, namun kondisi di lapangan membuat petugas kesehatan justru datang langsung ke sekolah.
"Tetapi karena anak jumlahnya lebih dari 40 orang, maka pihak puskesmas datang ke sekolah, pukul 09.00 WIB," terangnya.
Sambil menunggu penanganan lanjutan, siswa SMAN 2 Kudus dikumpulkan di mushala untuk mendapatkan pengarahan dan pendampingan dari tim medis puskesmas.
Gejala Keracunan Massal yang dialami siswa SMAN 2 Kudus pun semakin beragam, mulai dari diare, muntah, hingga sesak napas.
"Anak-anak yang sakit disuruh ke UKS, pertolongan pertama, anak-anak diperiksa kemudian diberi obat diare, mual oleh tim medis," tutur pihak sekolah.
"Pukul 09.30 WIB, keadaan anak-anak yang mengalami gejala bertambah banyak, ada yang muntah, sesak napas, dan pingsan," sambungnya.