“Hai, Pak, jalannya dibenerin ya, Pak,” tuturnya.
Kondisi Jalan Berlumpur yang ekstrem membuat warga dan Guru Lampung Barat harus mencari cara agar tetap bisa melintas. Dalam video terlihat ban motor dipasangi rantai agar tidak tergelincir saat melewati lumpur tebal.
“Dirantai ini bannya,” kata salah satu guru sambil menunjuk ban motor milik guru yang lain.
Setelah Viral di media sosial, unggahan tersebut dibanjiri komentar warganet yang menyampaikan empati dan keprihatinan atas perjuangan Guru Lampung Barat menghadapi Jalan Berlumpur demi pendidikan.
“Sedihnya, memang kenyataan yang mengabdi di desa-desa seperti itu, saya juga merasakan. Semangat kawan senasib,” tulis akun @wah***j.
“Makin banyak yang spill biar tau kondisi Lampung ini parah dan sudah tahunan,” tulis akun @sel******a.
“Tetap semangat Pak Guru, Bu Guru,” tulis akun @pam****9.
“Perjuangan guru demi masa depan anak didiknya ya, tetap semangat selalu,” tulis akun @set*******n.
Sorotan publik terhadap video Viral ini juga mengarah pada kebijakan infrastruktur. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi telah mengumumkan rencana perbaikan jalan tahun 2026 sejak akhir Desember 2025.
Baca Juga: Longsor Tutup Jalur Tasikmalaya-Garut, Bus Penumpang Tergelincir di Salawu
Adapun ruas Jalan Berlumpur yang dilalui Guru Lampung Barat tersebut merupakan jalur penghubung Pekon Srengit, Sidodadi, hingga Basungan dengan total panjang 17,3 kilometer.
Namun, perbaikan yang direncanakan baru mencakup 2,72 kilometer, sementara kebutuhan mendesak masyarakat dan akses sekolah mencapai sekitar 11 kilometer.
Kisah Guru Lampung Barat yang Viral ini kembali menegaskan bahwa persoalan Jalan Berlumpur bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut masa depan pendidikan dan keselamatan generasi penerus di daerah terpencil.***