TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) menggelar rapat kerja (raker) bertajuk “Nyarungsum Hanca Sakarep Sapaneuleuan” di kawasan alam Curug Cimedang Malaganti, Kabupaten Tasikmalaya. Raker ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan strategi penguatan seni dan budaya ke depan.
Ketua DKKT Kota Tasikmalaya, Tatang Pahat, mengatakan raker tersebut bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan ruang dialektika ide dan gagasan lintas komite yang sarat nilai kebersamaan.
“Rapat kerja ini adalah jantung dinamika DKKT. Di sinilah ide-ide kreatif digodok, capaian dievaluasi, tantangan dibahas, dan arah organisasi dipertegas secara kolektif,” ujar Tatang, Minggu (8/2/2026).
Dalam raker tersebut, tujuh komite DKKT turut hadir dan aktif berdiskusi, yakni Komite Sastra, Tari, Musik, Rupa, Teater, Fotografi dan Perfilman, serta Komite Budaya. Masing-masing komite memaparkan capaian program, tantangan yang dihadapi, serta gagasan strategis yang akan dijalankan pada periode kepengurusan 2025–2030.
Menariknya, raker kali ini dilaksanakan di alam terbuka, berbeda dari pola rapat kerja sebelumnya. Menurut Tatang, pilihan lokasi di Curug Cimedang memberikan energi baru dalam proses berpikir dan berkreasi.
“Suasana alam mampu meningkatkan kreativitas dan inspirasi, membangun kebersamaan, mengurangi stres, serta menciptakan diskusi yang lebih cair dan terbuka. Ini selaras dengan semangat berkesenian yang hidup dan membumi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perjalanan DKKT hingga tetap “ajeug” atau kokoh sampai hari ini bukanlah proses yang mudah. Berbagai tantangan, konflik, hingga isu internal maupun eksternal justru diolah menjadi energi untuk tetap bertahan dan terus eksis.
“Alhamdulillah, raker ini bukan hanya soal pengalaman, tetapi proses adu gagasan, adu argumen, hingga pengkajian serius mulai dari pertunjukan, ekonomi kreatif, sampai digitalisasi seni budaya,” jelas Tatang.
Menurutnya, DKKT sebagai “rumah besar” para seniman perlu terus dipertajam perannya sebagai fasilitator dan mitra strategis. Baik dalam menjaga, memelihara, maupun melestarikan seni dan budaya, sekaligus membangun jejaring dengan pemerintah, swasta, hingga membuka peluang local genius Tasikmalaya agar mampu menembus panggung nasional dan internasional.
Baca Juga: Ketika Kebudayaan Diperdebatkan, DKKT Tasikmalaya Memilih Jalan Dialog