“Ke depan, pertanian organik ini jangan hanya ditekuni oleh para orang tua. Anak-anak muda harus dilibatkan. Masih banyak pemuda yang belum memiliki pekerjaan, alangkah baiknya mereka diajak dan dibimbing oleh para petani yang sudah berpengalaman,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam Ciamis secara optimal melalui pertanian organik, sebagai jalan bersama menuju Kabupaten Organik yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“Mari kita bersama-sama membangun Ciamis di sektor pertanian. Kita syukuri anugerah tanah subur dan air yang melimpah ini, dan kita optimalkan sebaik-baiknya,” pungkas Herdiat.
Sementara itu, Ketua Petani Organik Mandiri Ciamis, Abdul Majid, mengungkapkan bahwa gerakan pertanian organik di Ciamis berangkat dari kegelisahan para petani senior dan pensiunan terhadap kondisi pertanian konvensional yang dinilai semakin membebani petani kecil.
Baca Juga: Panen Demplot SRI GACCORS di Kabupaten Ciamis, Kenalkan Pertanian Organik Ramah Lingkungan
“Kami memulai pertanian organik ini dari keinginan untuk membantu petani dan masyarakat. Banyak keluhan soal pupuk yang mahal, sementara hasil panen dijual dengan harga murah,” ungkap Abdul Majid.
Menurutnya, penerapan Pertanian Organik mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.
Dengan sistem ini, petani di Ciamis tidak hanya memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih layak, tetapi juga turut menjaga keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan visi besar Ciamis sebagai Kabupaten Organik.***