"Langkah ini memiliki dimensi strategis kewilayahan. Pertama, memperkuat konektivitas ekonomi halal Priangan Timur sebagai koridor selatan Jawa Barat. Kedua, menciptakan pusat literasi dan showcase produk halal unggulan daerah. Ketiga, mendorong standardisasi kualitas UMKM sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing regional, "ujar Laura.
Ke depan lanjut Laura, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi lintas kabupaten/kota di Priangan Timur untuk mendorong replikasi Zona KHAS pada simpul-simpul strategis lainnya, termasuk kawasan wisata, pusat perdagangan, dan sentra UMKM unggulan.
"Dengan sinergi tersebut, Priangan Timur diharapkan tumbuh sebagai episentrum halal regional yang tidak hanya kuat secara identitas, tetapi juga tangguh secara ekonomi dan kompetitif secara nasional, "katanya.***