"Langkah ini memiliki dimensi strategis kewilayahan. Pertama, memperkuat konektivitas ekonomi halal Priangan Timur sebagai koridor selatan Jawa Barat. Kedua, menciptakan pusat literasi dan showcase produk halal unggulan daerah. Ketiga, mendorong standardisasi kualitas UMKM sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing regional, "ujar Laura.
Ke depan lanjut Laura, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi lintas kabupaten/kota di Priangan Timur untuk mendorong replikasi Zona KHAS pada simpul-simpul strategis lainnya, termasuk kawasan wisata, pusat perdagangan, dan sentra UMKM unggulan.
"Dengan sinergi tersebut, Priangan Timur diharapkan tumbuh sebagai episentrum halal regional yang tidak hanya kuat secara identitas, tetapi juga tangguh secara ekonomi dan kompetitif secara nasional, "katanya.***
Artikel Terkait
Hijab Impor dari China Bikin Miris, Bos BI Dorong Ekonomi RI Bangkit Lewat UMKM dan Pondok Pesantren Lokal
Tren Modifikasi Lampu Bi-LED Mobil Kian Populer, tapi Pengendara Lain Keluhkan Silau hingga Bahaya di Jalan
QRIS Kini Bisa Dipakai di Jepang, BI Sebut Jadi Kado HUT RI ke-80 dan Bukti Ekspansi Pembayaran Digital Global
BI Rate Dipangkas Jadi 5 Persen, Bank Indonesia Optimalkan Pertumbuhan Ekonomi dan Jaga Stabilitas Rupiah
IHSG Tergelincir ke 7.894 Usai BI Turunkan Suku Bunga, Saham Perbankan dan DSSA Ikut Jadi Sorotan
BI Optimistis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,1 Persen di 2025, Ekspor hingga Investasi Jadi Penggerak Utama
BI Catat Uang Beredar Juli 2025 Naik 6,5 Persen, Didukung Pertumbuhan M1 dan Uang Kuasi yang Perkuat Likuiditas
Menkeu Purbaya Sebut Staf KDM Mungkin Ngibul, Data APBD Jabar Rp4,1 Triliun di Bank Klaimnya Sesuai Laporan BI
Dedi Mulyadi Telusuri Dugaan Rp4,1 Triliun APBD Jabar Mengendap, Ungkap Fakta Beda Data Kemenkeu, BI, dan Kemendagri
Menkeu Purbaya Tegaskan Hanya Akui Data BI, Sentil Dana Pemda di Giro Bisa Jadi Sorotan BPK