“Kemudian waktu awal kejadian, kan aku sempet cek ternyata orangnya udah nggak ada, ya iyalah orang pelakunya di kamar mandinya sendiri jadi aku sempet teriak-teriak di depan rumah si pelaku karena di situ ramai, siapa tau ada yang liat,” lanjutnya.
Kasus di Banjarnegara ini sempat diselesaikan melalui mediasi kekeluargaan yang turut dihadiri kepala desa. Dalam forum tersebut, terduga pelaku mengakui adanya video di ponselnya, namun membantah sebagai pihak yang merekam.
Baca Juga: Sifa Anak Sulung Korban Truk Kontainer Karawang Cari Cincin Berharga Peninggalan Mama
“Kemudian ditanya video dari mana kalau bukan dia, penyangkalannya itu video kiriman dan ada yang membajak HP. Penyangkalan yang tidak masuk akal,” ungkap anak korban.
“Ketika pelaku dipanggil pihak kepolisian, dia masih tidak mau mengakui juga,” lanjutnya.
Pihak keluarga menegaskan telah menempuh laporan polisi sejak Jumat, 10 Oktober 2025. Namun hingga kini, mereka menyebut belum ada kepastian hukum atas dugaan ketua RT rekam tetangga mandi tersebut.
“Saya sudah melapor kepada pihak yang berwajib pada hari Jumat, 10 oktober 2025 pukul 10.25 WIB tapi sampai dengan sekarang belum ada kejelasan sama sekali, jadi saya harus viralkan kasus ini,” kata anak korban.
“Untuk itu, Tolong saya meminta keadilan untuk keluarga saya terutama ibu saya agar kasus ini segera terselesaikan, Terimakasih,” tegasnya.***