ACEH, Mediapriangan.com - Suasana sahur Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi warga Aceh Timur. Alih-alih menyiapkan santap sahur di dapur rumah, mereka menjalani sahur Ramadan di dalam tenda pengungsian yang berdiri di atas lahan darurat pascabanjir dan longsor.
Hampir tiga bulan sejak bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh, banyak korban banjir dan longsor yang belum bisa kembali ke rumah. Di beberapa titik di Aceh Timur, tenda pengungsian masih menjadi tempat berteduh sekaligus ruang berkumpul keluarga.
Salah satu momen sahur Ramadan di tenda pengungsian itu diunggah melalui akun TikTok @294.me dari kawasan Tanjong Minjei, Kecamatan Madat. Video tersebut memperlihatkan warga Aceh Timur menyantap makanan sederhana di tengah kondisi terbatas.
Baca Juga: Viral Anak SD Tolikara Menanti Pesawat di Bandara Karubaga Demi Bisa Berangkat Sekolah
“Sahur pertama di tenda pengungsian,” tulis pemilik akun dalam keterangan video.
Dalam rekaman tersebut juga terdengar suara yang menggambarkan situasi malam itu. “Sahur sahur, sahur kami di bawah tenda. Ada angin dan hujan,” ucap perekam video.
Hujan yang turun dan angin yang berembus tidak menyurutkan warga Aceh Timur untuk tetap menjalani sahur Ramadan bersama keluarga. Beberapa anak terlihat duduk berdampingan dengan orang dewasa menikmati hidangan seadanya di dalam tenda pengungsian.
Di balik keterbatasan itu, ada harapan yang terus disuarakan. Unggahan yang sama menyebutkan janji hunian sementara atau huntara yang belum terealisasi sebelum Ramadan tiba.
Baca Juga: Sekolah Tertimbun Banjir di Reje Payung, Tangis Bocah Aceh Tengah Ingin Kembali Belajar di Kelasnya
“Meski janji ‘Huntara sebelum Ramadan’ tak terpenuhi, kami tetap tegar dan mensyukuri setiap hal kecil yang ada,” tulisnya.
Meski tinggal di tenda pengungsian, semangat kebersamaan masih terjaga. Pemilik akun juga menyampaikan rasa syukurnya bisa menjalani sahur Ramadan bersama keluarga.
“Bersyukur masih bisa berkumpul dengan keponakan dan masih bisa sahur bersama walaupun hujan dan angin,” akunya.
Data Pemerintah Kabupaten Aceh Timur per 2 Februari 2026 mencatat pembangunan huntara terus berjalan. Dari total 2.592 unit yang direncanakan melalui skema insitu dan komunal, sebanyak 1.367 unit insitu dan 201 unit komunal diklaim telah berprogres.
Baca Juga: Viral Dugaan Pencurian di Bekasi, Nenek Penjual Nasi Uduk Jatiwarna Rugi Rp4 Juta, CCTV Jadi Sorotan
Artikel Terkait
Setahun Kepemimpinan, Tasik Pintar Jadi Fokus Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Pendidikan dan SDM
Ramadan Tiba, KAI Daop 2 Bandung Larang Aktivitas di Jalur Rel, Warga Terancam Sanksi Pidana
Ciamis Siap Jadi Sentra kacang tanah Terintegrasi, Program Libatkan Petani dan Kementerian Pertanian
Tasik Religius Diperkuat, Pemerintah Kota Tasikmalaya Dorong Karakter Islami di Era Viman Alfarizi Ramadhan
Viral Bocah Majalaya Bawa Pulang Makanan dari Masjid untuk Nenek, Kisah Haru di Bandung Tuai Simpati
Banjir susulan Pidie Jaya saat tarawih pertama, warga Aceh hadapi air selutut di malam Ramadan