TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Penguatan ekonomi berbasis wilayah menjadi fokus utama program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya periode 2024-2029.
Melalui Tasik Pelak, arah pembangunan Kota Tasikmalaya didorong agar bertumpu pada potensi kelurahan dengan melibatkan koperasi, UMKM, hingga sektor pertanian dan perikanan.
Program prioritas Tasik Pelak dijalankan di bawah kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama Wakil Wali Kota Diky Candra Negara.
Keduanya menempatkan penguatan ekonomi lokal sebagai fondasi untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: Setahun Viman Diky, Wali Kota Tasikmalaya Perluas Tasik Gemas sebagai Gerakan Masyarakat Sehat
Tasik Pelak atau Pembiakan Ekonomi Lokal dan Kewilayahan dirancang untuk memperkuat peran koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, sebagai soko guru ekonomi daerah.
Selain itu, UMKM juga menjadi sasaran utama pembinaan agar mampu naik kelas dan berdaya saing. Serta pendampingan kelompok tani, termasuk komoditas sayuran dan perikanan.
"Program ini berupaya memfasilitasi akses permodalan, pemasaran, dan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan daya saing usaha mikro dan kecil di Kota Tasikmalaya," ujar Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.
Ia menegaskan bahwa keberadaan 69 Koperasi Merah Putih di Kota Tasikmalaya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi.
"Koperasi Merah Putih ini sejalan dengan program Tasik Pelak. Kita minta pihak kelurahan untuk bisa berkontribusi dalam program Koperasi Merah Putih yang secara langsung dan tidak langsung akan mendorong program Tasik Pelak, sebagai pembiayaan ekonomi lokal kewilayahan di mana soko gurunya adalah koperasi," ungkapnya.
Menurutnya, sejarah Kota Tasikmalaya sebagai lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Indonesia pertama harus menjadi inspirasi.
"Kota Tasik sebagai kota yang diselenggarakan kongres pertama kali koperasi di Indonesia, tentunya itu harus menjadi semangat, harus menjadi contoh bagi yang lainnya," ucap Viman Alfarizi Ramadhan.