Ia juga menyoroti komposisi makanan yang dibagikan dalam paket menu lele MBG tersebut.
“Satu lele, dua tempe, dan dua tahu untuk 3 hari makan dengan modal sekitar Rp40 ribuan? Dan yang ketiga, ketika makanan dikembaliin, berarti ada kerugian yang ditanggung oleh siapa?” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh Arifin menjelaskan alasan pihak sekolah memutuskan untuk tidak membagikan paket makanan dari SPPG kepada siswa.
“Penolakan hari ini pada Senin tanggal 9 Maret 2026 untuk jatah 3 hari ditolak hari ini. Ada 2 potong tempe, 2 potong tahu, dan satu lele mentah hari ini,” ujar Moh. Arifin.
Ia menegaskan keputusan tersebut diambil demi menjaga keamanan makanan yang akan dikonsumsi siswa.
“MBG hari ini di SMAN 2 Pamekasan tidak layak dibagikan kenapa? Karena lele yang masih hidup ini diperkirakan jam 12 siang membusuk dan merusak yang lain,” terangnya.
“Jadi, mohon maaf untuk dapur, sekolah bersikap demi keselamatan anak-anak. Tolong diperhatikan,” tegasnya.
Menanggapi polemik menu lele MBG tersebut, pihak SPPG melalui ahli gizi Fikri Mutawakkil memberikan klarifikasi. Ia menyebut ikan lele yang dibagikan sebenarnya bukan dalam kondisi mentah biasa, melainkan telah melalui proses marinasi.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi? Karena memperhatikan gizi di lelenya dan yang kedua untuk menambah protein di hari itu,” kata Fikri dalam keterangannya pada Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa produk tersebut dinilai masih aman dalam jangka waktu tertentu setelah proses pengolahan.
“Penyimpanan lele marinasi itu bisa sampai satu hari,” tukasnya sambil berjanji akan melakukan evaluasi.***