Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang diprediksi meningkat selama masa pengamanan mudik Lebaran di jalur arteri wilayah Ciamis.
Selain pengaturan lalu lintas, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat saat libur Lebaran.
Beberapa titik yang mendapat perhatian dalam Operasi Ketupat 2026 antara lain masjid, lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, serta objek wisata yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan dapat terjadi selama periode mudik Lebaran.
Berdasarkan peringatan dari BMKG mengenai kemungkinan cuaca berawan hingga hujan lebat di wilayah selatan Indonesia, sejumlah instansi seperti BPBD, Dinas Kesehatan, dan Pemadam Kebakaran telah disiagakan.
Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi serta memberikan pelayanan darurat apabila terjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung.
Selain itu, patroli gabungan juga akan ditingkatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa pengamanan mudik Lebaran.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik juga diimbau untuk melaporkan keberangkatan mereka kepada aparat desa atau lingkungan setempat. Kepolisian turut menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi warga yang meninggalkan rumah selama mudik.
"Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara TNI, Polri, Pemda (Satpol PP, Dishub, Dinkes, BPBD, Damkar), serta elemen masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan Mudik Aman, Nyaman, Keluarga Bahagia" pungkasnya.***