TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Polres Tasikmalaya Kota memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dengan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pos pengamanan yang berada di jalur arteri selatan.
Pengecekan tersebut dipimpin Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto bersama jajaran pejabat utama Polres Tasikmalaya Kota. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh pos pengamanan siap digunakan dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, kepolisian telah menyiapkan berbagai titik pengamanan di jalur arteri selatan yang menjadi jalur strategis perlintasan masyarakat selama periode Lebaran.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto menjelaskan bahwa pengecekan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan personel maupun fasilitas di setiap pos pengamanan.
“Melalui pengecekan ini kita pastikan seluruh pos pengamanan, pos pelayanan, maupun pos terpadu sudah siap baik dari sisi personel maupun fasilitas pendukung, sehingga masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik dapat merasa aman dan nyaman,” ujar Kapolres.
Ia menyebutkan, dalam skema Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota telah disiapkan total 13 pos yang ditempatkan di jalur arteri selatan.
Pos tersebut terdiri dari delapan pos pengamanan, dua pos terpadu, serta tiga pos pelayanan yang akan berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat selama masa arus mudik dan arus balik.
Keberadaan pos pengamanan di jalur arteri selatan diharapkan mampu membantu pengaturan lalu lintas sekaligus memberikan layanan bagi para pemudik yang melintas di kawasan tersebut.
Selain meninjau kesiapan fasilitas, Kapolres juga memberikan arahan kepada personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 agar menjalankan tugas secara profesional dan mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh anggota untuk meningkatkan kewaspadaan selama bertugas di pos pengamanan, khususnya dalam menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas di jalur arteri selatan.
Artikel Terkait
Masjid Agung Kota Tasikmalaya Berdiri Sejak 1886, Ini Jejak Sejarah dan Filosofi Arsitekturnya
Walau Penjualan Menurun, Pedagang Beduk Ramadan di Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan
Kota Tasikmalaya Miliki Risiko Bencana Cukup Tinggi, BPBD Fokus Perkuat Mitigasi dalam RKPD 2027
Kemenhaj Kota Tasikmalaya Imbau Jamaah Umroh Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci
Jejak 1934 di Tengah Kota Tasikmalaya, Kisah Masjid H. Bakri yang Bertahan di Balik Pertokoan
Pengemis Musiman Serbu Kota Tasikmalaya Saat Bulan Ramadan, Pendapatan Bisa Tembus Rp5 Juta per Bulan