hukum

Novel Baswedan Soroti Kasus Andrie Yunus, Sebut Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Diduga Terencana

Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:48 WIB
Menyoroti pernyataan eks penyidik KPK, Novel Baswedan (kiri) terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (kanan). (Instagram.com/@watchdoc-@infipop)

"Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab. Yang diserang adalah orang baik, dia kritis dia peduli dia mencintai negaranya," imbuhnya.

Lebih jauh, Novel Baswedan mengungkap bahwa dari informasi yang ia ketahui, serangan terhadap Andrie Yunus diduga tidak dilakukan secara spontan. Ia menduga ada unsur perencanaan dalam aksi penyiraman air keras tersebut.

Bahkan menurutnya, indikasi itu terlihat dari pola pergerakan pelaku yang terekam kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Mencuri Barang Milik Santri Ponpes Daarut Taqwa, Dua Pemuda Diringkus Polisi

"Pelakunya nggak satu motor berdua gitu, nggak. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang begitu terorganisir," terang Novel.

"Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang. Jadi begitu jahatnya mereka ini, biadab sekali," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Novel Baswedan juga menyoroti pentingnya penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus secara menyeluruh. Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang diduga berada di balik penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut.

Baca Juga: Cemburu Berujung Maut, Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Berencana di Batam yang Diawali Pengintaian

Meski demikian, Novel Baswedan memberikan apresiasi kepada kepolisian yang telah bergerak cepat dengan memeriksa saksi serta menelusuri rekaman CCTV terkait kasus yang menimpa Andrie Yunus.

Namun ia menegaskan bahwa proses pengungkapan kasus penyiraman air keras tersebut harus dilakukan secara tuntas agar keadilan bagi aktivis KontraS dapat terwujud.

"Semua orang yang terlibat harus diusut, aktor intelektualnya harus disentuh, dijangkau dan diberi pertanggungjawaban yang berat," tandas Novel.***

Halaman:

Tags

Terkini