TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Sejak H-2 Lebaran 1447 H, arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Barat, tepatnya Limbangan hingga Malangbong Kabupaten Garut mengalami kemacetan parah hingga kendaraan pemudik terjebak dalam antrean panjang yang nyaris tidak bergerak.
Pantauan dilapangan, kepadatan lalu lintas didominasi oleh kendaraan pribadi, bus antarkota, dan truk logistik khususnya dari arah Bandung menuju Tasikmalaya.
Jalan yang basah akibat guyuran hujan menambah tingkat kesulitan bagi para pengendara, terutama saat melintasi kontur jalan yang berkelok dan menanjak.
Banyaknya pemudik yang memilih melakukan perjalanan di malam hari untuk menghindari terik matahari membuat volume kendaraan di jalur mudik padaalam hari lebih padat.
Ditambah lagi cuaca hujan dan banyaknya penyempitan jalan di titik-titik keramaian seperti pasar tumpah dan persimpangan strategis di sepanjang jalur Limbangan-Malangbong memperburuk kondisi kemacetan.
Selain itu kemacetan juga terjadi akibat banyak pesepeda motor yang melawan arus sehingga mengakibatkan kedua jalur penuh oleh kendaraan satu arah khususnya yang arah dari Bandung menuju Tasikmalaya.
Seorang pemudik asal Jakarta Jajat Sudrajat (39) tujuan Tasikmalaya mengungkapkan, bahwa kendaraannya hanya mampu bergerak beberapa meter dalam hitungan menit.
Baca Juga: Mudik Nyaman Bersama BUMN, IFG Group Berangkatkan 25.304 Pemudik untuk Mudik Lebaran 2026
"Sudah tertahan lebih dari tiga jam di wilayah Limbangan ini. Kondisi hujan juga bikin was-was karena jalanan licin,"ujar Jahat, Kamis, (20/03/2026) malam.
Menurut Jajat, kemacetan pada musim lebaran tahun ini cukup parah dibanding kemacetan tahun sebelumnya. Ia mengatakan, kepadatan arus mudik dari arah Bandung menuju Tasikmalaya sudah terjadi mulai dari keluar tol Cileunyi.
"Ya sejak keluar tol Cileunyi sudah padat. Bahkan tadi saat mau bayar tol juga antriannya cukup panjang," Kata Ajat.