Perputaran Uang Mudik Lebaran Diprediksi Tembus Rp190 Triliun, Ekonomi Daerah Dipacu Belanja Pemudik

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 16 Maret 2026 | 04:07 WIB
Perputaran uang mudik Lebaran diprediksi Rp190 triliun. Aktivitas pemudik memicu pergerakan ekonomi daerah dan meningkatkan konsumsi masyarakat. (Dok. Istimewa)
Perputaran uang mudik Lebaran diprediksi Rp190 triliun. Aktivitas pemudik memicu pergerakan ekonomi daerah dan meningkatkan konsumsi masyarakat. (Dok. Istimewa)

 

Perputaran uang mudik Lebaran diprediksi tembus Rp190 triliun

JAKARTA, Mediapriangan.com - ktivitas pemudik pada momentum Idul Fitri 2026 diperkirakan kembali menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Lonjakan mobilitas masyarakat saat pulang kampung diyakini akan memicu perputaran uang mudik Lebaran hingga mencapai sekitar Rp190 triliun di berbagai wilayah Indonesia.

Nilai perputaran uang mudik Lebaran tersebut berbeda dengan jumlah uang beredar yang disiapkan otoritas moneter.

Bank Indonesia menyiapkan Uang Layak Edar sebesar Rp185,6 triliun untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi selama periode Ramadan dan Lebaran.

Dana tersebut mencakup sekitar Rp177 triliun yang didistribusikan melalui jaringan perbankan serta layanan penukaran uang langsung sebesar Rp8,6 triliun.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Gelar Buka Bersama Media, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Priangan Timur

Sementara itu, perputaran uang mudik Lebaran merepresentasikan transaksi nyata masyarakat ketika pemudik membelanjakan uang mereka untuk berbagai kebutuhan.

Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menjelaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara ketersediaan uang tunai dengan nilai transaksi riil yang terjadi di masyarakat selama masa mudik.

“Uang beredar Rp185,6 triliun itu seperti tangki bahan bakar yang sudah disiapkan penuh. Sementara Rp190 triliun perputaran ekonomi adalah jarak tempuh aktualnya ketika uang itu benar-benar dibelanjakan selama mudik. Bahkan nilainya bisa lebih besar karena uang yang sama bisa berputar berkali-kali di sektor usaha kecil di daerah,” ujar Noviardi, Kamis, 12 Maret 2026.

Baca Juga: OJK Libatkan Penyuluh Agama Kota Tasikmalaya untuk Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Inklusi Keuangan

Ia menilai perputaran uang mudik Lebaran terjadi ketika jutaan pemudik bergerak dari pusat ekonomi seperti kawasan Jabodetabek menuju kampung halaman di berbagai daerah.

Mobilitas ini mendorong meningkatnya konsumsi dan mempercepat velocity of money dalam aktivitas ekonomi lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X