OKU SELATAN, Mediapriangan.com - Kecelakaan bus OKU Selatan yang melibatkan rombongan pengantin di kawasan Danau Ranau menjadi sorotan publik setelah videonya ramai di media sosial. Insiden ini memperlihatkan bagaimana bus pengantin terguling di jalur yang dikenal memiliki karakter jalan menanjak dan menikung.
Peristiwa kecelakaan bus OKU Selatan tersebut terjadi di Jalan Raya Pusri, Kecamatan BPR Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.
Bus yang mengangkut puluhan penumpang itu diduga kehilangan kendali saat melintasi jalan menanjak dan menikung.
Dalam rekaman yang beredar, bus pengantin terguling di badan jalan usai gagal menaklukkan medan tanjakan. Unggahan tersebut disertai keterangan, "Musibah tidak ada yang tahu, Ya Allah," tulis pengunggah video.
Kasatlantas Polres OKU Selatan, AKP Rendi Rozin, memastikan bahwa kecelakaan bus OKU Selatan ini merupakan kecelakaan tunggal.
"Terjadi kecelakaan tunggal di kawasan Danau Ranau," kata Rendi dalam keterangan resminya, pada Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penyebab utama diduga karena kendaraan tidak mampu melewati jalur dengan kondisi jalan menanjak dan menikung.
"Diduga karena mobil tidak kuat menanjak sehingga terjadi kecelakaan," sambungnya.
Bus pengantin terguling tersebut diketahui membawa total 28 penumpang. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas BPR Ranau Tengah. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka berat, sementara sisanya luka ringan.
"Korban luka berat masing-masing atas nama Nurhayati (33), Ernita (40), dan Nurjanah (25), seluruhnya merupakan warga Kabupaten Lampung Utara," jelas Rendi.
Baca Juga: Kepekaan Prajurit Jadi Sorotan, Dandim 0612/Tasikmalaya Tekankan Respons Cepat di Tengah Masyarakat
Kronologi kecelakaan bus OKU Selatan bermula saat micro bus berwarna putih dengan nomor polisi BE-7403-BU yang dikemudikan Mangju (38) melaju dari arah Banding Agung menuju Simpang Pusri. Saat memasuki jalur dengan kontur jalan menanjak dan menikung, kendaraan mulai kehilangan tenaga.