Dokter Meninggal Akibat Campak di Cianjur, Dedi Mulyadi Minta Waspada KLB Campak dan Perkuat Imunisasi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 30 Maret 2026 | 14:59 WIB
Menyoroti dokter meninggal akibat campak di Cianjur, Dedi Mulyadi minta kewaspadaan KLB campak dan percepatan imunisasi campak, di Gedung Sate, Senin (30/3/2026). (Dok. Humas Jabar)
Menyoroti dokter meninggal akibat campak di Cianjur, Dedi Mulyadi minta kewaspadaan KLB campak dan percepatan imunisasi campak, di Gedung Sate, Senin (30/3/2026). (Dok. Humas Jabar)

 

BANDUNG, Mediapriangan.com - Kasus dokter meninggal akibat campak di Cianjur menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai peristiwa ini sebagai peringatan keras terkait meningkatnya KLB campak dan pentingnya imunisasi campak.

Peristiwa dokter meninggal akibat campak tersebut menimpa seorang dokter internship berinisial AMW (26) yang bertugas di salah satu rumah sakit di Cianjur. Ia meninggal dunia pada Kamis, 26 Maret 2026 dengan status suspek campak.

Dedi Mulyadi menyampaikan duka sekaligus menegaskan bahwa kejadian ini menunjukkan risiko nyata yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan.

"Saya sampaikan duka mendalam, itu pengabdian tertinggi dari seorang dokter, meninggal di tempat ketika sedang bertugas," ujar Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Kepekaan Prajurit Jadi Sorotan, Dandim 0612/Tasikmalaya Tekankan Respons Cepat di Tengah Masyarakat

KLB Campak Jadi Sorotan Serius

Menurut Dedi Mulyadi, kasus dokter meninggal akibat campak harus menjadi momentum meningkatkan kewaspadaan terhadap KLB campak. Ia meminta penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

"Penyakitnya harus segera ditangani dan diawaspadai, apalagi bupatinya seorang dokter," tambah Dedi Mulyadi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga pekan ke-11 tahun 2026, terdapat 58 KLB campak di 39 kabupaten dan kota. Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 di awal tahun sebelum menurun menjadi 177 kasus.

Kondisi ini membuat pemerintah memperkuat strategi imunisasi campak sebagai langkah pencegahan utama.

Baca Juga: Viral Imbauan Hemat Gas LPG dari Menteri Bahlil, Aksi Warga Soroti Kebiasaan Boros Saat Memasak

Imunisasi Campak Dipercepat di Daerah Rawan

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, R. Vini Adiani Dewi, menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi intensif untuk menekan KLB campak, termasuk di wilayah dengan lonjakan kasus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X