Thomas merinci bahwa pada pukul 19.56 WIB, ketinggian objek tersebut merosot hingga di bawah 120 kilometer.
Posisi yang semakin rendah inilah yang memicu material logam roket tersebut terbakar secara visual dan pecah akibat tekanan panas ekstrem.
"Info terbaru dari Space-Track dan analisis orbit menunjukkan bahwa bekas roket China tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera," sebut Thomas.
Ia juga menambahkan teknis bagaimana sampah antariksa tersebut akhirnya bisa terlihat dengan mata telanjang secara dramatis di atas Langit Lampung.
"Objek tersebut memasuki atmosfer padat, terus meluncur terbakar dan pecah. Itulah yang disaksikan warga sekitar Lampung dan Banten," tambahnya.***