Hingga saat ini, tim gabungan masih mendalami apakah faktor kebersihan atau proses penyimpanan yang menjadi pemicu rusaknya kualitas menu Makan Bergizi Gratis tersebut.
Kejadian ini sangat disayangkan mengingat fasilitas di SPPG Citeureup memegang tanggung jawab besar untuk menyuplai nutrisi bagi 2.874 penerima manfaat, mulai dari tingkat sekolah hingga posyandu.
Manajemen SPPG Citeureup sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi pengembalian paket makanan yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Dayeuhkolot.
Sementara itu, kepolisian meminta pengelola dapur gizi untuk memperketat pengawasan agar insiden munculnya aroma tak sedap pada makanan tidak kembali terulang dan membahayakan kesehatan para pelajar.***