CILACAP, Mediapriangan.com - Permintaan maaf disampaikan SPPG Sidanegara 2 Cilacap setelah konten tuai kecaman yang mereka unggah memicu polemik luas di media sosial. Video tersebut dinilai bermasalah karena bandingkan MBG dan Palestina dalam satu narasi yang dianggap tidak tepat.
Konten yang beredar pertama kali di TikTok pada Selasa, 17 Maret 2026 itu memperlihatkan aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis. Namun, perhatian publik justru tertuju pada pesan yang disisipkan, yakni bandingkan MBG dan Palestina melalui potongan visual dan teks yang sensitif.
Dalam video berdurasi singkat itu, muncul sejumlah kalimat yang merepresentasikan keluhan terhadap program MBG.
Di sisi lain, diselipkan gambar anak-anak di wilayah konflik Palestina yang mengalami krisis kemanusiaan. Perpaduan tersebut membuat SPPG Sidanegara 2 Cilacap menjadi sorotan karena konten tuai kecaman dari warganet.
Baca Juga: Viral SPPG Bantar Jaya 02 Cuci Ayam MBG di Tempat Wudu Masjid, Klarifikasi Ungkap Alasan Mendesak
Meski unggahan aslinya telah dihapus, rekaman video itu kembali beredar luas setelah diunggah ulang di platform X dan ditonton jutaan kali.
Reaksi publik pun terus mengalir, memperkuat anggapan bahwa upaya bandingkan MBG dan Palestina dalam konten tersebut tidak memiliki sensitivitas yang memadai.
Menanggapi hal itu, pihak SPPG Sidanegara 2 Cilacap melalui tim media sosialnya segera memberikan klarifikasi.
Mereka mengakui kesalahan dalam proses produksi hingga publikasi konten yang akhirnya tuai kecaman tersebut.
“Berkaitan dengan video yang diunggah di akun media sosial kami, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kelalaian dalam konten tersebut,” ujar tim media sosial SPPG Sidanegara 2, Andika.
“Saya tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut di kemudian hari,” lanjutnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh pimpinan SPPG Sidanegara 2 Cilacap. Ia menegaskan bahwa pihaknya menyadari kekeliruan dalam membuat konten yang bandingkan MBG dan Palestina hingga akhirnya menuai respons negatif.
“Saya menyadari bahwa penderitaan di Palestina tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan apapun. Tanpa pembelaan diri, terima kasih atas pengingatnya, kami minta maaf sebesar-besarnya,” tuturnya lagi.
Artikel Terkait
Guru di Semarang Curhat Soal MBG Terlambat Datang dari SPPG, Sebut Guru Jadi Relawan Tak Dibayar
Menu MBG Rapel 4 Hari di Sleman Viral, Warganet Soroti Harga Ayam dari SPPG Harjobinangun
Viral Status WA Petugas SPPG Purbalingga Sebut ‘Rakyat Jelata’, Picu Kritik Warganet di Tengah Program MBG
MBG Jadi Motor Ekonomi Daerah, Dorong Pertumbuhan hingga 0,7 Persen dan Perputaran Rp32 Triliun
MBG Libur Lebaran Diwarnai Keterlambatan SPPG, Wali Murid Menunggu Sejak Pagi Hingga Siang
Acha Septriasa Soroti Program MBG, Ajak Publik Kritis soal Pajak Rakyat hingga Viral di Medsos