DENPASAR, Mediapriangan.com - Sebuah fenomena yang dinilai di luar logika melatarbelakangi langkah cepat pemuka masyarakat di Desa Serangan, Denpasar, Bali.
Dua hari pasca peristiwa seorang siswa SD terjatuh dari lantai tiga Pasar Serangan Bali, pihak desa setempat memutuskan untuk melakukan upacara pembersihan lahan.
Ritual ini dilakukan sebagai respon atas insiden yang menimpa bocah kelas 6 SD tersebut pada Minggu, 19 April 2026 sore.
Langkah spiritual ini diambil untuk menangkal potensi energi negatif yang mungkin menyelimuti area publik tersebut.
Baca Juga: Viral WNA Timor Leste Sobek Uang Rp100 Ribu, Netizen Desak Sanksi Hukum Meski Amuku Sudah Minta Maaf
I Wayan Sweta, Kepala Bidang Parahyangan Desa Adat Serangan, mengungkapkan bahwa ritual bertajuk pecaruan rsi gana ini merupakan bentuk penyucian lingkungan sesuai tradisi setempat.
"Sebelum 3 hari berlalu, kami melakukan pecaruan rsi gana untuk menetralisir supaya kejadian yang lebih buruk tidak terjadi," tutur Sweta pada Selasa (21/4/2026).
Keputusan para tokoh adat untuk menggelar upacara ini juga didasari oleh berbagai kejanggalan fisik di tempat kejadian perkara.
Meski korban terhempas dari ketinggian sekitar 8 meter dan mendarat di atas permukaan paving yang keras, tidak ditemukan ceceran darah sama sekali di lokasi.
Korban memang dilaporkan menderita patah tulang, namun nihil luka sobek atau luka luar yang umumnya terjadi pada kecelakaan serupa.
"Kalau kami berpikir secara logika tidak mungkin itu terjadi," ungkap Sweta. Ia menambahkan adanya kemungkinan faktor non-medis di balik perilaku korban sebelum jatuh.