Bos BGN Bongkar Fakta Pengadaan Motor Operasional MBG yang Viral di Media Sosial, Bukan 70 ribu unit! Tapi...

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Rabu, 8 April 2026 | 14:18 WIB
Bukan 70 ribu unit! Kepala BGN buka-bukaan soal ribuan motor operasional MBG yang viral. Ternyata ini status hukum dan tujuan pengadaannya. Simak! (Instgaram/undercover.id)
Bukan 70 ribu unit! Kepala BGN buka-bukaan soal ribuan motor operasional MBG yang viral. Ternyata ini status hukum dan tujuan pengadaannya. Simak! (Instgaram/undercover.id)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Kabar miring mengenai banjirnya puluhan ribu kendaraan untuk program gizi nasional akhirnya menemui titik terang.

Dadan Hindayana, figur sentral di BGN, secara tegas membedah fakta di balik video viral yang mempertontonkan deretan kendaraan roda dua di atas truk logistik.

Langkah klarifikasi ini diambil guna meredam narasi liar yang sempat mengeklaim angka pengadaan hingga mencapai 70.000 unit.

Eksistensi armada trail dan kendaraan listrik yang mengenakan atribut instansi tersebut memicu tanya di benak publik.

Baca Juga: SPPG Dibekukan Usai Video Viral Pria Joget di Dapur MBG, Wakil Kepala BGN Tegaskan Bukan Bisnis Komersial

Namun, Dadan menegaskan bahwa kendaraan ini merupakan alat penunjang krusial bagi Kepala SPPG untuk menjangkau titik-titik layanan di lapangan. Ia menjelaskan bahwa seluruh perencanaan ini sudah terkunci sejak tahun fiskal sebelumnya.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Mengenai unit yang sudah menampakkan diri di ruang publik, pihak otoritas memastikan bahwa tidak ada satu pun unit yang keluar secara ilegal.

Baca Juga: Viral Kepala BGN Jambi Diduga Main Game Saat Rapat, Klarifikasi Adityo Picu Perdebatan

Hal ini berkaitan dengan status aset tersebut yang merupakan Barang Milik Negara. Ada rangkaian birokrasi dan legalitas yang wajib ditaati sebelum roda kendaraan tersebut menyentuh aspal jalanan untuk bertugas.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.

Menyangkut simpang siur data, Dadan Hindayana memberikan koreksi tajam. Ia mengonfirmasi bahwa angka yang beredar luas di platform Instagram dan WhatsApp mengenai volume 70.000 unit adalah kabar bohong yang tidak memiliki landasan data valid.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar," beber Dadan.

Baca Juga: Viral Protes Dapur MBG Purworejo, SPPG Keluhkan Juknis Mendadak dari BGN Bikin Perencanaan Menu Berantakan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X