BEKASI, Mediapriangan.com - Suasana mencekam menyelimuti area perlintasan kereta api pada Senin, 27 April 2026 malam. Sebuah insiden besar terjadi ketika armada KA Argo Bromo dilaporkan tabrak KRL Commuter Line tepat di area Stasiun Bekasi Timur.
Tragedi KA Argo Bromo tabrak KRL Commuter Line di Bekasi ini, menjadi sorotan publik setelah rekaman amatir dari dalam gerbong tersebar luas.
Berbeda dari laporan pada umumnya, detik-detik kecelakaan kereta ini terdokumentasi secara nyata melalui siaran langsung seorang penumpang.
Getaran hebat dan suara benturan keras seketika mengubah ketenangan perjalanan menjadi situasi horor bagi para penumpang yang berada di dalam rangkaian tersebut.
Dalam potongan video yang viral, terlihat jelas bagaimana guncangan dahsyat tersebut mengakibatkan barang bawaan di bagasi kabin berjatuhan dan menghantam lantai.
Di tengah kegelapan di luar jendela Stasiun Bekasi Timur, para penumpang mulai menyadari bahwa rangkaian mereka baru saja mengalami benturan fatal.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar. Aduh, nabrak, ya?" teriak salah satu penumpang sesaat setelah benturan terjadi.
Ketegangan meningkat karena pintu gerbong tidak bisa segera dibuka akibat sistem elektrikal yang mati total pasca insiden.
Penumpang yang syok hanya bisa terpaku di dalam kabin sambil melihat kondisi tas dan koper yang berantakan.
"Nabrak, nabrak. Astagfirullahaladzim," ujar sang pemilik akun YouTube Trainspotter ID yang saat itu tengah melakukan siaran langsung dari lokasi.
Suasana semakin kalut saat penumpang dari gerbong belakang mulai merangsek maju untuk mencari jalan keluar.