Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan visi pembangunan 2025-2027 yang mencakup target RPJMD dan tema per kecamatan pada tahun 2027.
Wali Kota Viman menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan dibawah kepemimpinannya dijalankan melalui empat pilar utama yakni teknokratis, sosiologis, politis, dan religius.
"Nilai religius menjadi penyelimut dari tiga aspek lainnya. Visi kita adalah Religius, Inovatif, Maju, Berkelanjutan, dengan menempatkan nilai religius sebagai prioritas pertama," terang Viman.
Baca Juga: Diky Chandra Dukung Prodigi, Angin Segar bagi Hak Cipta Musisi dan Pencipta Lagu di Kota Tasikmalaya
Lebih lanjut kata dia, pihaknya juga menggandeng akademisi dalam hal ini Universitas Mayasari Bakti (UMB) supaya hasil penelitian akademis dapat langsung diimplementasikan dalam perencanaan daerah.
Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Tasikmalaya, KH. Nono Nurul Hidayat mengatakan, pihaknya menyambut positif konsistensi pemerintah dalam menjalin komunikasi dengan para ulama di Kota Tasikmalaya.
KH. Nono juga mengapresiasi langkah Wali Kota Viman yang dinilai semakin dekat dengan masyarakat dan tokoh agama dalam upaya membawa pemerintahannya lebih baik.
Menurutnya, ini adalah kegiatan silaturahmi sekaligus konsolidasi lanjutan antar pemerintah dan ulama yang kedua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan pada Bulan Ramadhan lalu.
"Kami sangat antusias dan berharap kegiatan ini bisa berlanjut, mungkin tiga bulan sekali dengan konsep ‘Ngopi Bersama’ agar hubungan ulama dan umaro tidak ada jarak," Katanya.
Ia juga berpesan agar sinergi ini terus dijaga demi kondusivitas kota. Ia mengibaratkan ulama sebagai sosok ibu, umaro (pemerintah) sebagai bapak, dan masyarakat sebagai anak.
"Tatkala ulama, umaro, dan masyarakat sudah bersatu, InsyaAllah Kota Tasikmalaya akan maju dan selalu kondusif," ujar KH. Nono. ***