TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pergantian kepengurusan di dua Pengurus Anak Cabang (PAC), yakni Indihiang dan Cipedes, memicu polemik di internal partai. Hal tersebut menyebabkan suasana menjelang Muscab Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mendadak memanas.
Pergantian kepengurusan di dua Pengurus Anak Cabang (PAC) itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPW PPP Jawa Barat Nomor 015/SK/DPW/K/III/2026 tertanggal 9 Maret 2026. SK tersebut mengubah susunan pengurus harian PAC PPP Indihiang masa bakti 2022-2027.
Awalnya berdasarkan SK Nomor 005/SK/DPW/K/III/2022, posisi Ketua PAC Indihiang dijabat Sonny Senjaya, Sekretaris Buloh Hasbulloh, dan Bendahara Eva Suryawati Simosir. Namun dalam SK terbaru, Buloh Hasbulloh ditunjuk sebagai Plt Ketua, Ari Supriatna sebagai Plt Sekretaris, dan Yayat Ruhiyat sebagai Bendahara.
Baca Juga: Penerapan Parkir Non Tunai, Cegah Kebocoran Pendapatan Parkir di Kota Tasikmalaya
Perubahan serupa terjadi di PAC Cipedes. Dalam SK sebelumnya tertanggal 10 Juli 2025, Ketua dijabat Didin Muhabidin, Sekretaris Sri Sugiarti, dan Bendahara Ade Somantri. Kini, posisi Sekretaris digantikan oleh Plt Trisna Ruhyan, sementara Ketua dan Bendahara tetap.
SK perubahan tersebut ditandatangani Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Sekretaris Agus Solihin, lengkap dengan cap resmi.
Di atas kertas, perubahan ini tampak sebagai rutinitas organisasi. Namun di lapangan, tafsir berkembang liar. Terlebih, waktunya berdekatan dengan agenda Muscab PPP Kota Tasikmalaya yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026.
Isu yang paling menyita perhatian adalah kabar yang beredar di kalangan kader. Pergantian disebut-sebut didasari alasan pengurus sebelumnya "meninggal dunia" Kabar ini langsung dibantah oleh pihak yang bersangkutan.
Mantan Ketua PAC Indihiang, Sonny Senjaya mengaku terkejut saat menerima informasi tersebut. Ia menegaskan dirinya masih aktif menjabat dan masa baktinya berlaku hingga 2027.
"Saya kaget, tiba-tiba ada pergantian, bahkan tersiar kabar saya sudah meninggal dunia. Padahal saya masih aktif, masih menjalankan tugas sebagai ketua PAC," ujarnya.
Ia mengaku selama dua periode menjabat tidak pernah membuat pelanggaran organisasi. Karena itu, ia mempertanyakan dasar pergantian yang dinilai tidak jelas.
"Kalau memang ada alasan organisatoris, seharusnya disampaikan secara terbuka. Jangan sampai ada kesan menzalimi," katanya.
Artikel Terkait
Ratusan Anak Yatim Kota Tasikmalaya Terima Santunan, Ngabuburit Penuh Kepedulian di Makodim
OJK Libatkan Penyuluh Agama Kota Tasikmalaya untuk Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Inklusi Keuangan
Respons Cepat Kebakaran Toko Perabotan di Kota Tasikmalaya, Polisi Tiba di TKP 7 Menit Setelah Laporan 110
Kronologi Kebakaran Toko Perabotan di Kota Tasikmalaya, Api Cepat Membesar karena Barang Mudah Terbakar
Harga Telur Melonjak di Kota Tasikmalaya, Warga Berburu Telur Pecah di Pasar Cikurubuk Jelang Lebaran
Tak Mampu Bayar THR ASN, Viman Diky Ciptakan Sejarah di Kota Tasikmalaya