TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Perkumpulan Masyarakat Tanggap Donor Darah (Permatadora) Tasikmalaya terus konsisten dalam mengedukasi masyarakat untuk mendonor serta membantu pemenuhan kebutuhan darah di Kota Tasikmalaya.
Sejak awal berdiri, pada Mei 2021, organisasi kemanusiaan tersebut rutin menggelar kegiatan donor darah serta menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk ke sejumlah rumah sakit di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.
Direktur Permatadora, H. Murjani SE, MM, mengatakan, keberadaan Permatadora berawal dari keprihatinan terhadap sulitnya masyarakat mendapatkan darah, khususnya pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021.
Baca Juga: Penerapan Parkir Non Tunai, Cegah Kebocoran Pendapatan Parkir di Kota Tasikmalaya
"Awalnya Permatadora lahir dari semangat melihat begitu banyak orang membutuhkan darah, tetapi sulit mendapatkannya, terutama saat masa pandemi," ujar Murjani usai kegiatan donor darah yang digelar di Ballroom Hotel Santika Tasikmalaya, Rabu (15/4/2026)
Saat itu kata dia, kebutuhan darah oleh masyarakat sekitar 50 labu per hari, dan terus meningkat sampai sekarang yang kebutuhan darahnya menjadi 80 labu per hari.
Lanjut Murjani, selain menggelar kegiatan donor darah minimal dua kali dalam sebulan, pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat di berbagai wilayah hingga tingkat kelurahan.
"Upaya tersebut bertujuan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjadi pendonor darah sukarela secara rutin," katanya.
Menurut Murjani, Permatadora menargetkan sebanyak 4.800 pendonor aktif agar kebutuhan darah di wilayah Tasikmalaya dapat terpenuhi secara optimal.
"Dengan target 4.800 pendonor, saya kira kebutuhan darah yang mencapai 80 labu per hari dapat terpenuhi," ujar Murjani.
Namun kata dia, hingga saat ini jumlah pendonor yang ada baru sekitar 30 hingga 35 persen dari target.
"Untuk itu kami dari permatadora Tasikmalaya akan terus berupaya mengedukasi masyarakat agar terpanggil untuk mendonorkan darahnya," katanya.
Artikel Terkait
Tak Mampu Bayar THR ASN, Viman Diky Ciptakan Sejarah di Kota Tasikmalaya
Tanpa Bantuan Jabar, Anggaran Kota Tasikmalaya Menyusut Jadi Rp1,4 Triliun
Penanganan Sampah di Kota Tasikmalaya Belum Maksimal, Sampah Lebaran Masih Menumpuk di Jalan Paseh
Dua SPPG di Kota Tasikmalaya Disetop, Masalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan Kualitas Air Mencuat
Ungguli OPD Lain, Diskominfo Kota Tasikmalaya Juara Pertama Reformasi Birokrasi 2025
Jelang Muscab PPP Kota Tasikmalaya, Suhu Politik Internal Memanas