daerah

Isu Cashback Dibantah, Pinjaman Rp230 Miliar Difokuskan untuk Jalan Rusak di Kabupaten Tasikmalaya

Jumat, 1 Mei 2026 | 20:46 WIB
Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin saat penandatanganan akad pinjaman di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026), disaksikan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta Ketua DPRD. (Dok. Prokopim)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Di tengah sorotan publik soal pinjaman daerah, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan seluruh dana pembiayaan infrastruktur digunakan secara transparan tanpa praktik cashback.

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, dengan tegas membantah isu yang beredar terkait adanya aliran dana tidak wajar dari pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur yang akad pinjamannya telah ditandatangani di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026), disaksikan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta Ketua DPRD.

“Uangnya tidak masuk ke kas daerah, langsung dibayarkan ke pelaksana proyek. Jadi tidak masuk akal kalau ada cashback,” ujarnya lugas.

Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kabupaten Tasikmalaya Lepas Aset untuk Kejar Pemerataan Kesehatan

Pinjaman senilai Rp230,25 miliar tersebut difokuskan untuk memperbaiki 32 ruas jalan rusak sepanjang lebih dari 64 kilometer.

Tak sekadar pengaspalan, proyek ini juga mencakup pembangunan drainase agar jalan lebih tahan lama dan aman dilalui masyarakat.

Bagi warga, perbaikan ini bukan sekadar proyek, tetapi harapan atas akses yang lebih baik—dari distribusi hasil pertanian hingga mobilitas sehari-hari.

Baca Juga: 15 Tahun, Bank Artha Galunggung Mampu Menjadi BUMD Penyumbang PAD Terbesar di Kabupaten Tasikmalaya

Menariknya, skema pembiayaan ini dirancang sangat ketat. Pembayaran dilakukan langsung oleh PT SMI melalui Bank BJB, mengikuti perkembangan pekerjaan di lapangan. Artinya, kontraktor hanya dibayar sesuai progres nyata.

Wakil Bupati Asep Sopari Alayubi menyebut langkah ini sebagai solusi realistis di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Kebutuhan pembangunan tidak bisa menunggu. Pinjaman ini justru jadi cara agar masyarakat tetap mendapatkan layanan infrastruktur yang layak,” katanya.

Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah

Dari sisi nasional, langkah Tasikmalaya bahkan mendapat perhatian. Direktur PT SMI, Faaris Pranawa, menyebut daerah ini sebagai salah satu yang paling progresif dalam mencari solusi pembiayaan pembangunan.

“Tidak semua daerah berani mengambil langkah ini. Tasikmalaya justru menunjukkan kreativitas di tengah keterbatasan,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini