daerah

Dari Langit Tasikmalaya, Harapan dan Prestasi Pelayang Terbang Tinggi

Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:03 WIB
Ketua bersama jajaran pengurus Kormi Kabupaten Tasikmalaya, berfoto bersama sejumlah pegiat layangan yang terhimpun dalam Pelangi. (Dok. DFK)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Langit biru di kawasan Cisinga, Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, akhir pekan ini tak hanya dihiasi warna-warni layangan.

Di balik itu, tersimpan semangat, harapan, dan mimpi ratusan pegiat layangan yang ingin membawa nama daerahnya terbang lebih tinggi di pentas olahraga.

Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan geliatnya melalui lomba layangan yang menjadi bagian dari Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (Formaskab) 2026.

Baca Juga: Isu Cashback Dibantah, Pinjaman Rp230 Miliar Difokuskan untuk Jalan Rusak di Kabupaten Tasikmalaya

Di tengah keterbatasan dukungan, para pegiat tetap bersemangat. Ketua Kormi Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nuryakin, dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi menyaksikan langsung bagaimana antusiasme itu tumbuh dari bawah.

“Ini bukan sekadar permainan. Ini tentang kreativitas, ketangkasan, bahkan peluang ekonomi,” ujar Cecep usai membuka kegiatan, Sabtu (2/5/2026).

Semangat itu terbukti. Pelangi Tasikmalaya sebelumnya sukses menorehkan prestasi di tingkat nasional pada Fornas 2025 di NTB, dengan raihan juara 3 dan harapan 1. Bahkan di tingkat Jawa Barat, mereka pernah meraih juara 1 dan 3 di Forprov.

Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kabupaten Tasikmalaya Lepas Aset untuk Kejar Pemerataan Kesehatan

Di lapangan, para pegiat layangan tampak serius mengendalikan benang gelasan sepanjang 200 meter. Setiap tarikan dan uluran menjadi strategi untuk menaklukkan lawan dalam kategori gibrig ulur—sebuah pertarungan layangan yang sarat teknik dan pengalaman.

Ketua Pelangi Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Panji Sumirat, melalui mantan Ketua Pelangi, Deri Nurjayadi menyebutkan, semua layangan yang digunakan sudah masuk standar internasional.

“Ini bukan layangan biasa. Ini layangan aduan kelas kompetisi. Butuh keterampilan dan jam terbang tinggi,” katanya.

Baca Juga: 15 Tahun, Bank Artha Galunggung Mampu Menjadi BUMD Penyumbang PAD Terbesar di Kabupaten Tasikmalaya

Hingga kini, tercatat sekitar 500 pegiat layangan tergabung dalam Pelangi Tasikmalaya. Jumlah ini menjadi kekuatan sekaligus harapan untuk terus berkembang.

Namun lebih dari sekadar prestasi, ada dampak ekonomi yang mulai terasa. Para pengrajin gelasan di Tasikmalaya kini kebanjiran pesanan, bahkan hingga ke luar negeri seperti Brunei Darussalam.

Halaman:

Tags

Terkini