Di sinilah layangan menemukan makna lain, bukan hanya hiburan masa kecil, tetapi juga sumber penghidupan.
Baca Juga: Gedong Cai Gunung Kokosan Jadi Rebutan, Pimpinan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Saling Klaim Wilayah
Meski demikian, tantangan masih ada. Divisi freestyle atau layangan hias belum berkembang di Tasikmalaya, berbeda dengan daerah pesisir seperti Ciamis dan Pangandaran.
Ke depan sambung Deri, Pelangi berharap lebih banyak masyarakat terlibat, sehingga tradisi ini semakin hidup dan memberi manfaat luas.
Dari langit Kabupaten Tasikmalaya, layangan-layangan itu terus terbang membawa semangat, prestasi, dan harapan menuju masa depan yang lebih sejahtera.***