daerah

Dari Poco-Poco hingga Pencak Silat, Formaskab Jadi Panggung Rakyat Tasikmalaya

Minggu, 3 Mei 2026 | 19:01 WIB
Para peserta antusias mengikuti perlombaan senam aerobik halaman depan Gebu Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (3/5/2026). (Dok. DFK)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Musik senam menggema, sorak sorai penonton bersahutan, dan derap langkah peserta memenuhi kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya. Hari terakhir Formaskab 2026 menjelma menjadi panggung rakyat yang penuh warna.

Di antara kerumunan, ibu-ibu dengan kostum senam tampil percaya diri, sementara di sisi lain, atlet muda pencak silat menunjukkan gerakan ibing yang luwes dan penuh makna. Tak jauh dari sana, peserta panco mengadu kekuatan, disambut riuh tepuk tangan penonton.

Inilah wajah olahraga masyarakat, bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang kebersamaan.

Baca Juga: Isu Cashback Dibantah, Pinjaman Rp230 Miliar Difokuskan untuk Jalan Rusak di Kabupaten Tasikmalaya

Ketua Kormi Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nuryakin, melihat momen ini sebagai titik kebangkitan olahraga rekreasi.

“Olahraga tidak harus selalu kaku dan kompetitif. Di sini ada kegembiraan, kreativitas, dan kebersamaan,” katanya, Minggu (3/5/2026).

Kehadiran anggota TNI dari Batalyon Infanteri TP 939/Macan Putih yang ikut berjoget poco-poco pun menjadi daya tarik tersendiri. Mereka berbaur tanpa sekat dengan masyarakat.

Di arena pencak silat, Ketua DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Andi Lala, memperhatikan satu per satu gerakan peserta. Baginya, ibing bukan hanya soal teknik bertarung, tetapi juga seni.

Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kabupaten Tasikmalaya Lepas Aset untuk Kejar Pemerataan Kesehatan

“Yang kami cari bukan hanya kuat, tapi juga indah dalam gerakan,” ujarnya.

Sementara itu, di panggung aerobik, puluhan grup dari berbagai kecamatan tampil penuh energi. Wakil Ketua I ASIAFI Kabupaten Tasikmalaya, Ai Joti, menilai setiap detail gerakan dengan cermat.

“Bukan hanya fisik, tapi ekspresi dan kepercayaan diri menjadi kunci,” katanya.

Di sisi lain, cabang olahraga kreasi budaya yang dinaungi FOKBI menghadirkan 20 grup dengan koreografi unik dan penuh warna. Ketua FOKBI, Nenden, tampak optimistis.

Baca Juga: 15 Tahun, Bank Artha Galunggung Mampu Menjadi BUMD Penyumbang PAD Terbesar di Kabupaten Tasikmalaya

Halaman:

Tags

Terkini