daerah

Batik Karya Siswa MTsN 3 Kota Tasikmalaya Pukau Plh Wali Kota, Cara Keren Lestarikan Budaya Sunda

Rabu, 20 Mei 2026 | 16:53 WIB
Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra saat menghadiri kegiatan Festival Seni Budaya sekaligus menyaksikan rilis batik tulis dalam rangka memperingati Milad ke-48 MTsN 3 Kota Tasikmalaya di era digital pada Rabu (20/05/2026). (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Festival Seni Budaya dalam rangka memperingati Milad ke-48 MTsN 3 Kota Tasikmalaya pada Rabu (20/05/2026) berlangsung meriah. Antusiasme seluruh siswa yang menjadi peserta festival budaya terlihat sejak pagi hingga kegiatan selesai.

Selain festival budaya, pada kesempatan tersebut digelar pula rilis batik tulis karya siswa dan guru MTsN 3 Kota Tasikmalaya yang dipimpin langsung Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra.

Kepala MTs Negeri 3 Kota Tasikmalaya, Hj. Yiyin Hayyin Awwalina, M.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Baca Juga: Monitoring Jemaah Haji Asal Kota Tasikmalaya, Wali Kota Viman : Seluruh Jemaah Dalam Kondisi Baik

Menurutnya, Milad MTsN 3 Kota Tasikmalaya bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan budaya prestasi serta mengenalkan budaya Indonesia, khususnya Budaya Sunda lokal, agar siswa-siswi dapat melestarikannya. Poin utamanya adalah untuk menanamkan akhlakul karimah yang baik terhadap siswa," ujar Hj. Yiyin.

Yiyin berharap di usia yang ke-48 ini, MTsN 3 Kota Tasikmalaya semakin maju dan terus bertransformasi menjadi sekolah terbaik dalam mencetak generasi emas bangsa.

Baca Juga: Pantau Langsung Jemaah Haji Kota Tasikmalaya di Tanah Suci, Wali Kota Viman Alfarizi Pastikan Pelayanan Optimal

Sementara itu, Plh Wali Kota Diky Chandra mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah pihak sekolah yang tetap konsisten menjaga budaya warisan leluhur di era digital dan mewariskannya kepada siswa sebagai generasi emas bangsa.

"Di era digital kini banyak budaya baru yang masuk, tapi kita tidak boleh melupakan budaya lokal. Kita harus melestarikan budaya Indonesia, khususnya Budaya Sunda Tatar Sunda," ungkap Diky.

Dirinya berterima kasih kepada pihak madrasah karena masih menjadikan etika dan seni budaya sebagai kurikulum kehidupan bagi siswa.

"Hal ini sangat bagus sebagai pondasi kuat bagi masa depan bangsa, termasuk untuk kemajuan Kota Tasikmalaya," ujar Diky.***

Tags

Terkini