MAGELANG, Mediapriangan.com - Unggahan ulang dokumentasi kekerasan jalanan di dunia maya terbukti memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi pihak keluarga yang terlibat.
Jagat digital baru-baru ini digemparkan oleh sebuah kompilasi visual yang menarasikan aksi premanisme remaja di jalan raya.
Namun, di balik kehebohan visual tersebut, terdapat derita batin yang harus ditanggung kembali oleh kerabat dekat korban akibat luka lama yang dipaksa terbuka kembali.
Seorang pria yang merupakan ayah korban secara terbuka menyatakan keberatannya atas peredaran kembali dokumentasi penganiayaan yang menimpa buah hatinya.
Dirinya menyebut pemuatan ulang materi visual tersebut berdampak sangat buruk terhadap stabilitas emosional sang anak yang sedang dalam masa pemulihan.
"Saya sebagai orang tua korban merasa tidak nyaman atas unggahan video yang sudah lama terjadi dengan anak saya. Itu sangat mengganggu mental dan psikologis, benar-benar merasa terganggu dan risih," ucap ayah korban.
Hasil Investigasi: Manipulasi Konten dan Fakta Lapangan
Merespons keresahan kolektif yang timbul di tengah masyarakat, aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran mendalam untuk membedah keaslian materi digital tersebut.
Langkah cepat ini diambil guna mencegah kesalahpahaman publik mengenai kondisi keamanan riil di wilayah Jawa Tengah tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi tim penyidik, produk digital yang beredar luas itu bukanlah satu rekaman utuh, melainkan gabungan dari beberapa peristiwa berbeda di masa lalu yang sengaja disatukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.