daerah

Marema! Penjual Arang di Kota Tasikmalaya Naikkan Stok Arang Jelang Iduladha 1447 H

Kamis, 21 Mei 2026 | 22:13 WIB
Sambut Iduladha 1447 H, salah seorang penjual arang di Pasar Cikurubuk Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya menjalankan aktivitas pemilahan arang, Kamis (21/5/2026). (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Jelang Iduladha 1447 H, sejumlah bandar dan penjual arang di Kota Tasikmalaya mulai bersiap menyambut hari raya kurban dengan melakukan stok arang sebanyak-banyaknya.

Kondisi tersebut guna pemenuhan lonjakan permintaan arang oleh masyarakat terkait dengan adanya kebiasaan masyarakat membuat sate daging kurban.

Haris (48), salah seorang penjual arang di Pasar Cikurubuk Mangkubumi mengaku, dirinya telah menyetok arang batok maupun arang kayu sebanyak kurang lebih 2 ton untuk memenuhi kebutuhan Iduladha 1447 H.

Baca Juga: Buka Kuota 384 Kursi, Sekolah MAUNG SMAN 1 Singaparna Targetkan Penjaringan Siswa Unggul

Padahal kata dia, di luar kebutuhan Iduladha, biasanya ia hanya memiliki stok arang 3 kuintal saja.

Jumlah arang sebanyak itu kata Haris, selain guna pemenuhan arang selama momentum Iduladha 1447 H, juga untuk memenuhi permintaan arang baik untuk konsumen perorangan maupun para pedagang arang warungan dan supermarket.

"Sekarang saja, sudah banyak permintaan dari beberapa warungan serta supermarket besar di Kota Tasikmalaya. Sehingga saya masih terus menerima arang kayu maupun batok kelapa dari pemasok," kata Haris, Kamis (21/5/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan arang, lanjut Haris, dirinya memiliki delapan pemasok arang yang telah menjadi langganannya.

Baca Juga: Menatap Panggung Nasional, Festival Kreatif Indonesia Kini Bisa Ajukan Diri Masuk Jejaring ICCN

"Jauh sebelum memasuki Iduladha, saya sudah meminta kepada produsen arang agar meningkatkan produksi mereka untuk pemenuhan kebutuhan selama musim kurban," katanya.

Ia menambahkan, untuk harga jual arang eceran selama musim kurban, untuk arang kayu dibanderol Rp5.000 per kg, sedangkan arang batok kelapa harganya mencapai Rp8.000 per kg.

Harga tersebut ujar Haris lebih tinggi dibanding harga arang pada hari-hari biasa. Ia menyebut, saat hari biasa dirinya menjual arang hanya Rp6.000 per kg untuk arang batok kelapa dan Rp3.000 per kg untuk arang kayu.

"Itu untuk harga eceran, tapi kalau yang beli borongan dalam jumlah banyak tentunya harganya juga beda," jelasnya.

Baca Juga: Persiapan Sensus Ekonomi 2026, BPS Banten Rangkul Fekraf Banten Guna Perkuat Data Ekonomi Kreatif Daerah yang Akurat

Halaman:

Tags

Terkini