daerah

Banjir Bandang Gorontalo Utara Sisakan Lumpur dan Kerusakan, 529 KK di 5 Desa Masih Terdampak

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:31 WIB
Banjir bandang Gorontalo Utara berdampak pada 529 KK di 5 desa. Lumpur dan material kayu masih menghambat aktivitas warga. (Instagram/pandemictalks)

 

GORONTALO, Mediapriangan.com - Bencana banjir bandang Gorontalo Utara masih menyisakan persoalan serius meski debit air di sejumlah wilayah mulai berangsur surut.

Tumpukan lumpur, material kayu, serta kerusakan rumah warga masih terlihat di sejumlah titik dalam kawasan Kecamatan Biau yang menjadi pusat terdampak bencana.

Data terbaru menunjukkan sedikitnya 529 KK yang tersebar di 5 desa terdampak masih menghadapi dampak banjir bandang Gorontalo Utara.

Selain merusak permukiman, bencana tersebut juga mengganggu aktivitas ekonomi warga karena sejumlah kios dan tempat usaha mengalami kerusakan.

Baca Juga: Sorotan Menguat di Teluk Buli, Desakan Audit PT FHT Mencuat Usai Dugaan Pencemaran Kali Kukuba

Tim BPBD Provinsi Gorontalo bersama instansi terkait masih melakukan asesmen lapangan sekaligus mendukung proses evakuasi dan pembersihan wilayah yang terdampak.

Penanganan difokuskan pada rumah warga yang tertimbun lumpur serta akses desa yang belum sepenuhnya pulih.

Peristiwa banjir bandang Gorontalo Utara bermula ketika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kecamatan Biau pada Rabu, 27 Mei 2026.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke kawasan permukiman.

Baca Juga: Gu Sol Dapat Kontrak Pendek di Hyundai Hillstate, Siap Jadi Pelapis Setter untuk Megawati Hangestri

Saat kejadian, tinggi genangan dilaporkan berkisar antara 100 hingga 250 sentimeter. Kondisi tersebut membuat ratusan rumah warga terdampak dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Gorontalo, terdapat 5 desa terdampak yang mencatat jumlah korban cukup besar.

Desa Bualo menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 132 KK. Sementara Desa Didingga mencatat 115 KK terdampak.

Halaman:

Tags

Terkini